Terapi Sangatlah Penting Untuk Anak Korban Kekerasan Seksual

Semua wujud kekerasan berakibat buruk, baik fisik ataupun psikis. Juga, bila tidak selekasnya dikerjakan, perubahan serta perkembangan anak akan terganggu.

Kekerasan seksual yang dihadapi anak-anak tidak senantiasa menyebabkan efek segera. Hal semacam ini lantaran pemahaman seseorang anak pada peristiwa yang dialaminya berlainan. Pada anak usia remaja, mereka langsung mengerti peristiwa kekerasan seksual akan mengakibatkan kerusakan hidupnya hingga reaksi mereka akan segera terlihat.

Menurut psikiatri anak dr.Tjhin Wiguna Sp.A, walau tidak langsung terlihat efeknya, namun anak memerlukan pendampingan serta harus selalu diawasi kondisinya.

“Dokter atau psikiater akan lakukan assesment, adakah persoalan emosi atau tingkah laku pasca peristiwa itu. Bila belum ada, terus dipantau lantaran mereka memiliki resiko tinggi alami masalah tingkah laku,” tuturnya saat dihubungi (16/4/14).

Anak-anak adalah korban yang perlu memperoleh perhatian serta dukungan dari orang di sekitarnya supaya luka fisik dan trauma psikisnya dapat sembuh.

Terapi untuk anak sebagai korban, jelas Tjhin, berbagai macam. Untuk anak yang tetap kecil umumnya dikerjakan terapi bermain. “Umpamanya anak diajak menggambar untuk membantu anak mengekspresikan perasaannya,” tuturnya.

Diluar itu dapat pula dikerjakan terapi kognitif serta beragam terapi lain sesuai keadaan anak. “Maksud awalnya yaitu menjalin emosi dengan anak hingga anak terus dapat mengekspresikan perasaannya walau tidak senantiasa melalui kata-kata,” katanya.

Orangtua dapat mencari bantuan untuk terapi anak ke psikolog atau psikiater untuk memulihkan luka batin anak. Di RSCM Jakarta antara lain juga ada klinik pemulihan stres pasca trauma, poliklinik jiwa anak serta remaja, atau pusat krisis terpadu yang ada di RS Polri Jakarta serta juga RSCM.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *