Telah Diluncurkan Kampanye Bertajuk #SayangIbu

Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Dinas Kesehatan DKI Jakarta, serta Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) meluncurkan Kampanye Perduli Kesehatan Ibu dari April sampai 22 Desember 2014 yang akan datang. Kampanye ini adalah satu diantara usaha untuk menghimpit Angka Kematian Ibu (AKI) yang tetap tinggi di Indonesia.

Direktur Jenderal Bina Gizi serta Kesehatan Ibu serta Anak Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono menyampaikan, satu diantara aspek yang memengaruhi tingginya AKI yaitu kehamilan yang tetap dikira untuk tanggung jawab ibu. Walau sebenarnya dukungan dari beberapa orang di sekitar ibu adalah penentu utama dari kesuksesan seseorang ibu melalui saat kehamilan serta persalinan.

Program kampanye yang mengusung tema #SayangIbu ini mengutamakan pentingnya pergantian pola pikir bahwasanya kehamilan adalah tanggung jawab semua anggota keluarga sampai orang-orang.

“Kampanye Perduli Kesehatan Ibu mempunyai tujuan untuk membuat beberapa orang di sekelililing ibu, seperti suami serta keluarga, untuk menemani ibu melakukan pemeriksaan kehamilan serta siap membawa ibu ke tenaga kesehatan sejak saat kehamilan, persalinan, serta nifas, dan mendukung ibu untuk ikut program KB,” tuturnya dalam konferensi pers peluncuran kampanye tersebut di Jakarta, Senin (28/4/2014).

Sebagian jenis aktivitas yang akan dikerjakan dalam kampanye ini berbentuk publikasi, komunikasi, advokasi, serta kemitraan dan kampanye di media sosial yang melibatkan seluruhnya pemangku kebutuhan yang berkenaan dengan kesehatan ibu.

Diluar itu, ada juga proyek percontohan yang dikerjakan di Jakarta Barat serta Jakarta Timur yang mempunyai tujuan untuk penambahan partisipasi aktif komune pada kesehatan wanita serta KB. Penambahan partisipasi aktif itu satu diantaranya lewat pendampingan ibu hamil oleh anggota koperasi YCAB.

Wakil Menteri Kesehatan Ali Ghufron Mukti menyampaikan, tetap dibutuhkan usaha keras untuk turunkan AKI di Indonesia, maka dibutuhkan usaha yang dikerjakan berkaitan manfaat mewujudkannya.

“Kematian ibu berlangsung pada wanita yang terlampau muda atau terlampau tua untuk hamil, jarak kehamilan yang terlampau berdekatan, dan kehamilan yang terus-terusan,” tuturnya.

Angka kematian Ibu (AKI) tetap tinggi di Indonesia yakni meraih 359 per 100.000 kelahiran hidup, sekian menurut Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) pada 2012. Angka Kematian Bayi (AKB) juga tetap tinggi yakni meraih 32 per 1.000 kelahiran hidup.

Data laporan dari daerah yang di terima Kemenkes tunjukkan, jumlah ibu yang wafat lantaran kehamilan serta persalinan tahun 2013 meraih 5.019 orang, serta jumlah bayi yang wafat menurut estimasi SDKI 2012 yakni meraih 160.681 anak.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *