Tag Archives: Apakah Perlu Memeriksa Kehamilan Sampai 12 Kali?

Apakah Perlu Memeriksa Kehamilan Sampai 12 Kali?

Pemeriksaan kehamilan adalah hal yang utama dikerjakan, terutama untuk mengetahui resiko kehamilan. Dengan mengetahui resiko kehamilan, komplikasi kehamilan dapat dihindari atau memperoleh penanganan lebih cepat.

Badan PBB untuk kesehatan (WHO) mereferensikan pemeriksaan kehamilan perlu dikerjakan sekurang-kurangnya empat kali selama kehamilan. Tetapi dokter spesialis kebidanan dari RSIA Bunda Ivan Sini, menyampaikan, untuk memperoleh hasil maksimal, pemeriksaan kehamilan sebaiknya dilakukan sampai 12 kali.

“Terutama untuk kehamilan berisiko, dianjurkan untuk memeriksakan kehamilannya dua belas kali,” tutur Ivan di sela-sela konferensi pers program Mobile Obstetrical Monitoring (MoM) di Jakarta, Selasa (11/3/2014).

Pemeriksaan kehamilan sebanyak 12 kali diantaranya : sekali dalam satu bulan sampai umur kehamilan tujuh bulan, setiap dua minggu pada minggu kehamilan ke-28 sampai 32, setiap minggu dari minggu ke-32 sampai persalinan.

Tujuannya yaitu untuk mengetahui perubahan kehamilan beserta resikonya. Pemeriksaan umumnya mencakup pemeriksaan fisik dengan cara umum, tekanan darah, gula darah, pemeriksaan dengan ultrasonografi (USG), sampai pemeriksaan laboratorium.

Tetapi bukan hanya berarti setiap jenis pemeriksaan perlu dilakukan dalam setiap saat datang. Umpamanya pemeriksaan USG, kata Ivan, bisa dikerjakan sebanyak empat kali saja yaitu untuk mendeteksi resiko kehamilan seperti bayi kecil, plasenta di bawah, atau air ketuban sedikit.

Sayangnya, umumnya ibu hamil kerapkali tidak mengerti pentingnya pemeriksaan kehamilan ini. Menurut Ivan, paradigma pasien datang ke puskesmas atau rumah sakit untuk periksa harusnya telah mulai diubah. Sebaliknya, tenaga kesehatan lah yang perlu mendatangi rumah dari pasien.

“Ini penting untuk menekan angka kematian ibu atau bayi yang mencapai 359 per 100.000 kelahiran hidup waktu ini. Barangkali bila bicara angka mudah saja, tetapi bila ada ibu atau bayi wafat perasaan keluarga serta tenaga kesehatan itu benar-benar sedih sekali,” tutur Ivan.