Sebagian Bahan Kimia Dalam Makanan Yang Perlu Kita Waspadai

Untuk konsumen kita dituntut untuk lebih cermat serta teliti dalam menentukan produk pangan. Bukan hanya masalah harga serta mutu, namun juga pengaruhnya pada kesehatan periode panjang.

Bila Anda mau melakukan hidup sehat, sebaiknya jauhi bahan pangan yang terlampau banyak memiliki kandunganpengawet atau bahan kimia. Beli produk makanan segar serta memasak sendiri lebih disarankan lantaran nutrisi serta keamanannya lebih terjaga dibanding produk instan.

Berikut adalah 5 jenis zat kimia yang kerap ditambahkan dalam produk makanan.

1. Asam Sorbat
Zat kimia ini terhitung dalam zat pengawet serta dapat kita dapatkan dalam makanan paket. Sesungguhnya asam sorbat dikategorikan aman oleh tubuh pengawas obat serta makanan AS (FDA). Kraft Foods yaitu satu diantara produsen yang memakai zat kimia ini dalam produk keju mereka, tetapi beberapa waktu terakhir mereka membuat pengumuman akan mengganti zat pengawet itu dengan yang lebih alami, yaitu natamycin. Belum jelas apa alasannya, namun beberapa pakar yakini pengawet alami jelas lebih sehat.

2. Lemak trans
Lemak trans kerap dihubungkan dengan penyakit jantung lantaran terus-terusan konsumsi makanan yang memiliki kandungan lemak trans dapat menambah kandungan kolesterol. Sayangnya cukup susah hindari lemak trans lantaran ia ada
pada nyaris seluruhnya makanan, dimulai dari biskuit, keripik, cake, makanna beku serta ada banyak lagi.

Lemak trans dalam makanan membuat makanan terasa lebih enak serta menambah umur simpan makanan olahan. FDA sendiri tahun lalu melarang pemakaian lemak trans pada makanan, terkecuali produsen dapat menunjukkan lemak trans yang dipakai tidak beresiko untuk kesehatan.

3. MSG
Monosodium glutamat (MSG) adalah zat untuk menguatkan rasa serta membuahkan rasa umami (gurih) pada makanan. Walau data-data tunjukkan MSG aman, namun pada orang yang peka dapat menyebabkan migrain serta asma.

4. Pewarna makanan
Zat pewarna yang dinyatakan aman oleh tubuh berwenang memanglah tidak beresiko untuk badan. Namun saat ini kesadaran hidup sehat membuat beberapa orang berpindah pada pewarna alami yang datang dari tumbuh-tumbuhan. Zat pewarna buatan dipakai untuk membuat makanan tampak lebih lezat serta menarik. Bila dikonsumsi sesekali barangkali tidak apa, namun dalam jangka panjang sebaiknya dihindari.

5. Akrilamida
Akrilamida terbentuk saat makanan dipanaskan pada suhu tinggi, entah itu digoreng, dipanggang, atau dibakar. Riset tunjukkan, konsentrasi akrilamida tertinggi pada makanan yang digoreng, terlebih kentang dan makanan yang dipanggang (sereal serta roti). Walau belum teruji beresiko pada manusia, namun studi pada hewan tunjukkan zat kimia ini berbentuk karsinogenik (menyebabkan kanker).

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *