Rupanya Untuk Mencegah Alergi Ibu Hamil Tidak Perlu Pantang Makanan

Resiko alergi pada anak 60 persennya memanglah ditetapkan oleh makanan. Tetapi bukan hanya bermakna membatasi makanan pada ibu hamil dapat mengurangi resiko alergi pada anak.

Dokter anak spesialis alergi Zakiudin Munasir menyampaikan, sekitar 10 tahun yang lalu dokter anak memanglah merekomendasikan ibu hamil untuk menghindari beberapa makanan spesifik yang berpotensi menyebabkan alergi. Beberapa makanan itu, diantaranya telur, ikan, sampai daging-dagingan.

“Tetapi saat ini saran itu sudah tidak berlaku. Apa yang dimakan ibu waktu hamil tidak akan berpengaruh pada resiko alergi janin,” kata dia dalam acara peluncuran Allergy Risk Tracker di Jakarta, Selasa (15/4/2014).

Suatu riset tunjukkan, jumlah anak yang alergi dari ibu yang membatasi makan tidak berbeda signifikan dengan ibu yang tidak mengerjakannya. “Jumlahnya hampir sama, hingga bisa disebutkan membatasi makanan yang berpotensi menyebabkan alergi bisa menghimpit resiko alergi anak,” kata Zakiudin.

Ia juga mengutamakan, membatasi makanan hanya akan mengurangi asupan gizi yang diperlukan ibu hamil. Umpamanya, waktu menghindari telur berarti ibu hamil melupakan protein, vitamin, serta zat gizi lain pada makanan itu. Walau sebenarnya telur terhitung satu diantara makanan dengan kandungan gizi yang lengkap serta relatif mudah didapat.

Sebaliknya, langkah paling baik untuk hindari alergi pada anak yakni dengan hindari persalinan caesar, berikan ASI eksklusif enam bulan, Makanan Pendamping ASI (MPASI) selepas ASI eksklusif, hindari paparan rokok, dan polusi.

Diluar itu, bila pada ditemukan alergi pada anak, Zakiudin juga merekomendasikan untuk selekasnya mengetahui pemicu alerginya. Bila dikarenakan oleh makanan spesifik maka butuh dihindari serta dicari makanan penggantinya.

Alergi adalah reaksi berlebihan sistem imun untuk melawan alergen (penyebab alergi) yang masuk ke dalam tubuh. 30% anak berumur 3-6 tahun terdaftar mengalami alergi. Kecenderungan alergi pada anak selalu meningkat, dari tahun 1990 sampai saat ini, angka kejadiannya meningkat sampai empat kali lipat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *