Perhatikan Lebih Teliti Nutrisi Makanan Siap Saji

Sosialisasi ke masyarakat tentang pembatasan konsumsi gula, garam, serta lemak untuk menghindar resiko penyakit tidak menular utama dikerjakan pemerintah. Kesadaran orang-orang akan turut menghimpit pengusaha makanan untuk mencantumkan info kandungan gula, garam, serta lemak pada label paket makanan.

Pencantuman itu ditata dalam Ketentuan Menteri Kesehatan Nomer 30 Tahun 2013 perihal Info Kandungan Gula, Garam, serta Lemak pada Pangan Olahan serta Pangan Siap Saji yang bakal berlaku dua th. lagi.

”Sosialisasi pembatasan konsumsi gula, garam, serta lemak serta bahaya ketiga zat bila dikonsumsi terlalu berlebih perlu dibuat menarik, umpamanya dengan tayangan visual. Bila pemerintah cuma menyosialisasikan melalui kabar berita serta buku saku, kurang efisien,” tutur Mohammad Toyibi, dokter spesialis jantung serta pembuluh darah dari Fakultas Kedokteran UI/RS Persahabatan, Jakarta Timur, Jumat (11/4).

”Jika dikonsumsi dengan cara berlebihan, lemak, serta gula punya potensi menyebabkan penyakit jantung,” kata Toyibi.

Ada dua jenis lemak, lemak jenuh (saturated fat), serta lemak tidak jenuh (unsaturated fat). Lemak jemu butuh diwaspadai. Lemak jenuh dalam darah dirubah jadi kolesterol jahat (low density lipoprotein/LDL). LDL terlalu berlebih akan melekat ke dinding pembuluh darah, terhitung pembuluh darah jantung. Tumpukan LDL yang menempel (plak) akan mengakibatkan pembuluh darah jantung jadi keras serta menyempit hingga aliran darah kurang lancar.

Plak berbentuk rapuh serta gampang pecah meninggalkan ”luka” pada dinding pembuluh darah yang mengaktifkan pembekuan darah. Bila pembekuan darah atau runtuhan plak menyumbat keseluruhan pembuluh darah menuju jantung, terjadi serangan jantung.

Gula jadi penyebab masalah jantung bila hemoglobin alami glikosilasi. Glikosilasi berlangsung bila molekul gula melimpah dalam darah hingga area pembuluh darah untuk mengangkut oksigen menyempit. Mengakibatkan, jantung tidak dapat memompa oksigen ke seluruh tubuh. Hal semacam itu ditandai sesak dada.

Berkenaan makanan siap saji yang saat ini jadi pola hidup orang-orang, Toyibi menyebutkan, makanan seperti itu banyak memiliki kandungan lemak jenuh yang beresiko.

Perhatikan kaki lima

Untuk ilustrasi, dia mencontohkan ayam goreng siap saji. ”Ayam goreng siap saji dari gerai makanan waralaba serta yang di jual di tepi jalan banyak memiliki kandungan minyak dengan kandungan lemak jenuh tinggi,” tuturnya. Juga, yang dijual di pinggir jalan digoreng dengan minyak sisa berulang-kali. Minyak seperti itu memiliki kandungan lemak jenuh tinggi.

Hal seirama dikemukakan Sri Wuryanti, dokter spesialis gizi klinik dari Fakultas Kedokteran Universitas Yarsi. Menurut dia, ayam goreng biasanya dikonsumsi bersama kentang goreng serta minuman manis bersoda. Hidangan itu memiliki kandungan lemak, garam, serta gula dengan kandungan tinggi. Kalori yang diakibatkan kian lebih yang diperlukan.

”Kalau dikonsumsi terus-menerus akan menyebabkan obesitas, darah tinggi, serta masalah kolesterol darah yang dapat menyebabkan beragam penyakit seperti masalah jantung, stroke, diabetes serta yang lain,” tutur Sri.

Jadi tantangan untuk pemerintah untuk menyukseskan kebijakan pencantuman kandungan nutrisi pada label. ”Kita mesti kritis apakah nanti kandungan lemak, gula, serta garam yang tercantum sesuai sama dengan fakta,” kata Sri.

Diluar itu, produk pedagang kaki lima juga mesti jadi perhatian pemerintah lantaran sebagian jenis makanan serta langkah memproses juga punya potensi menyebabkan penyakit tak menular. ”Padahal, mereka malah paling dekat dengan masyarakat,” tuturnya.

Pola makan sehat

Berkenaan itu, Sri serta Toyibi mengharapkan pemerintah lebih mengintensifkan sosialisasi ke masyarakat, terlebih konsentrasi pada menambah kesadaran mereka. ”Kalau masyarakatnya telah cerdas, mereka dapat mengonsumsi makanan siap saji dengan cara cerdas juga,” kata Toyibi.

Sri menuturkan, bagaimana caranya mengonsumsi makanan siap saji dengan cara cerdas itu. Dengan cara sederhana, orang-orang dalam konsumsi makanan siap saji diikuti dengan variasi makanan yang lain. Variasikan serta perbanyak dengan makanan dengan bahan sayuran serta buah yang memiliki kandungan serat, vitamin, serta mineral. Serat, umpamanya, bisa kurangi penyerapan lemak jenuh yang beresiko untuk kesehatan jantung.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *