Pelaku Sodomi Sangat Diperlukan Terapi Seks di Tahanan

Untuk mencegah terulangnya perilaku pencabulan pada anak-anak, pelaku sodomi butuh diberikan terapi sepanjang di dalam tahanan. Terapi yang dikerjakan seksolog itu mempunyai tujuan untuk merubah tujuan seksualnya atau sekurang-kurangnya menghimpit hasratnya untuk berbuat kekerasan seksual pada anak.

“Bila hanya dihukum sesuai sama dengan Pasal KUHP saat ini, pelaku cuma dihukum maksimal lima tahun. Tidak akan memberikan dampak jera. Yang ada, sesudah bebas, pelaku berpotensi besar lakukan kekerasan seksual lagi,” kata pengajar serta konselor seks dari University of Minnesota, Naek L Tobing, waktu dihubungi Kompas Health, Kamis (17/4/2014).

Pasal KUHP yang mengatur tentang pencabulan ada dalam Pasal 289-296. Disana ditata tentang istilah perbuatan cabul, terhitung pencabulan pada anak, dan hukuman untuk pelakunya.

Naek menyampaikan, waktu dalam saat hukuman, pelaku yang mempunyai kelainan tidak akan memperoleh kepuasan seks hingga, waktu usai saat hukuman, pelaku kemungkinan akan mencari kembali lagi korban anak-anak.

Paedofilia adalah kelainan seksual yang dicirikan dari mempunyai hasrat seks pada anak-anak. Penyalurannya dapat lewat pemerkosaan pada anak wanita serta sodomi pada anak lelaki. Paedofilia dapat juga bermakna kombinasi dari keduanya.

Menurut Naek, bila ada intervensi seksolog dalam saat hukuman, pelaku dapat dilatih untuk merubah cara pandangnya masalah seks serta mulai bisa menikmati terkait seks dengan lawan jenis dewasa. Pelatihan itu dikerjakan perlahan-lahan melalui bantuan profesional.

“Walau ada juga paedofil yang telah tidak bisa dirubah, namun sekurang-kurangnya, keinginannya untuk lakukan kekerasan seksual pada anak bisa ditekan serta dikendalikan. Untuk memuaskan hasrat seks, mereka dapat lakukan masturbasi,” tutur dokter spesialis kejiwaan ini.

Nanti, seksolog akan memastikan apakah seseorang paedofil telah dapat terlepas saat hukuman atau belum. Parameternya adalah dari potensi pelaku untuk bertindak kekerasan seksual si pelaku itu sendiri.

“Bila potensinya telah benar-benar kecil, serta pelaku dapat menyalurkan seks dengan cara yang normal, maka dia baru bisa mengakhiri saat hukumannya,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *