Pedoman Olahraga Untuk Ibu Yang Tengah Hamil

Olahraga harus dilakukan semua kalangan, termasuk ibu hamil. Pastinya tidak sembarang olahraga bisa dikerjakan ibu yang tengah memiliki kandungan.

“Olahraga untuk ibu hamil yang utama teratur serta tidak terlampau berat. Olahraga waktu hamil untuk memasikan ibu serta janin terus sehat,” kata dokter pakar kandungan serta kehamilan, Ridwan, dalam kelas parenting New Parent Academy (NPA) Batch II di Jakarta. Kelas NPA Batch II berjalan setiap Minggu sampai 30 Maret 2014.

Berikut dasar olahraga untuk ibu hamil agar terus sehat sampai persalinan :

* Lakukan teratur lengkap dengan pemanasan serta pendinginan 
Olahraga mudah serta teratur sepanjang sekian hari dalam satu minggu lebih direferensikan, daripada frekuensi jarang tetapi berintensitas tinggi. Sebelum serta sesudah olahraga, ibu hamil wajib melakukan pemanasan dan pendinginan sepanjang 5-10 menit. Durasi olahraga pada ibu hamil sehat baiknya dikerjakan sepanjang 30 menit.

* Janganlah memaksakan diri 
Ibu hamil baiknya selekasnya berhenti olahraga apabila terasa pusing, napas pendek, serta capek. Ibu hamil juga sebaiknya tidak olahraga apabila demam kian lebih 37,8 derajat Celcius. Selain itu yakinkan detak jantung tidak lebih dari 140 per menit saat puncak aktivitas, untuk menanggung kesehatan ibu hamil serta janin.

Sebelum saat olahraga, ibu hamil mesti memakai baju yang nyaman serta menyerap keringat. Gunakan juga baju dalam yang dapat menyokong payudara yang membesar. Diluar itu yakinkan konsumsi cukup air sebelum saat, sepanjang, serta sesudah olahraga.

* Pantau gerakan serta lokasi olahraga 
Pada trimester dua serta tiga baiknya ibu hamil tidak olahraga dalam keadaan telentang. Posisi ini bisa kurangi masuknya oksigen pada janin, serta menambah resiko terjadinya keguguran.

Untuk lokasi, ibu hamil pada trimester satu baiknya tidak berolahraga di lokasi bersuhu kian lebih 38 derajat Celcius yang relatif panas serta lembab. Lokasi ini misalnya sauna, hot tub, atau whirlpool. Suhu terlampau panas mengakibatkan hipertermia pada ibu hamil yang dapat menyebabkan bayi lahir dengan cacat bawaan.

Olahraga teratur memperkuat otot, tulang, serta jaringan ikat yang dibutuhkan sepanjang sistem persalinan. Olahraga juga menolong ibu hamil melakukan perbaikan postur badan hingga menolong mengurangi sakit pinggang, konstipasi, kembung, serta bengkak.

Diluar itu olahraga akan membantu ibu hamil tidur nyenyak, melakukan perbaikan mood, serta menghindar terjadinya diabetes sepanjang kehamilan.

”Pada akhirnya olahraga akan menambah daya ibu hamil, hingga mempermudah sistem persalinan,” kata Ridwan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *