Pahami 4 Tahap Persalinan Normal Pada Wanita

Persalinan mungkin saja adalah satu diantara proses yang paling mendebarkan dalam hidup wanita. Dalam setiap detik prosesnya, wanita mesti lakukan yang terbaik untuk kelahiran bayi sehat, nyawa ibu pun selamat.

Sistem persalinan (dalam keadaan normal) tak berlangsung demikian saja. Ada bagian yang perlu dilewati hingga pada akhirnya jalan lahir terbuka serta persalinan berjalan sempurna.

“Proses persalinan terdiri atas empat tahap yang disebut kala. Setiap saat mempunyai periode waktu yg tidak sama tergantung pada kesiapan serta kesehatan ibu. Setiap kala juga mempunyai sensasi tidak sama yang mengisyaratkan perkembangan persalinan,” kata dokter pakar kandungan serta kebidanan, Ridwan, dalam kelas parenting bersama New Parent Academy (NPA) di Jakarta. Kelas NPA Batch II berjalan setiap Minggu sampai 30 Maret 2014.

Berikut empat fase (saat) persalinan normal :
* Kala 1 
Fase ini dimaksud juga saat pembukaan. Pada tahap ini berlangsung pematangan serta pembukaan mulut rahim sampai cukup untuk jalan keluar janin. Pada saat 1 ada dua fase yakni :
1. Fase laten : pembukaan hingga meraih 3 cm, berlangsung kurang lebih delapan jam.
2. Fase aktif : pembukaan dari 3 cm hingga komplit (+ 10 cm), berlangsung kurang lebih enam jam.

Pada tahap ini ibu akan merasakan kontraksi yang berlangsung setiap 10 menit sepanjang 20-30 detik. Frekuensi kontraksi semakin meningkat sampai 2-4 kali setiap 10 menit, dengan durasi 60-90 detik. Kontraksi berlangsung bersamaan dengan keluarnya darah, lendir, dan pecah ketuban secara spontan. Cairan ketuban yang keluar sebelum saat pembukaan 5 cm sering disebutkan untuk ketuban pecah awal.

* Kala 2 
Pada fase ini janin mulai keluar dari dalam kandungan yang membutuhkan waktu sekitar dua jam. Fase diawali saat serviks telah membuka selebar 10cm sampai bayi lahir lengkap. Pada saat 2, ketuban telah pecah atau baru pecah spontan, dengan kontraksi yang seringkali berlangsung yakni 3-4 kali setiap 10 menit.

Refleks mengejan juga berlangsung disebabkan rangsangan dari sisi terbawah janin yang menghimpit anus serta rektum. Penambahan tenaga mengejan serta kontraksi otot-otot dinding abdomen dan diafragma, menolong ibu keluarkan bayi dari dalam rahim.

* Kala 3 
Tahap ini dimaksud juga saat uri, yakni waktu plasenta turut keluar dari dalam rahim. Fase ini diawali waktu bayi lahir lengkap serta diakhiri keluarnya plasenta. Pada bagian ini umumnya kontraksi jadi tambah kuat, tetapi frekuensi serta kesibukan rahim terus alami penurunan. Plasenta dapat terlepas spontan atau terus melekat serta memerlukan pertolongan penambahan.

* Kala 4 
Step ini adalah saat satu jam selesai persalinan yang mempunyai tujuan untuk mengobservasi persalinan. Pada langkah ini plasenta sudah sukses dikeluarkan serta tidak boleh ada pendarahan dari vagina atau organ. Luka-luka pada badan ibu mesti dirawat dengan baik serta tidak boleh ada gumpalan darah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *