Orang Tua Yang Tidak Siap Menyebabkan Anaknya Menjadi ‘LABIL’

Remaja dengan ciri-ciri yang selalu berubah memanglah hal yang umum. Tetapi, bila pergantian sikap remaja bertambah parah juga menyebabkan kriminalitas, mungkin saja orangtua tidak siap mempunyai anak juga tidak siap menikah.

Psikolog anak serta keluarga, Ana Surti Ariani atau akrab disapa Nina, menyampaikan beragam hal dapat merubah tumbuh kembang anak sampai jadi remaja “labil” yang sikapnya merugikan pihak lain. Satu diantara aspek yang merubah yaitu ketidaksiapan orangtua mempunyai anak. Orangtua yang tidak siap mempunyai anak beresiko pada penerapan pola asuh buruk.

“Hal ini memanglah tidak dapat dipandang demikian saja, tetapi ketidaksiapan orangtua mempunyai anak bertindak penting. Ketidaksiapan menyebabkan orangtua tidak berpikir efek jangka panjang dari pengasuhan yang diterapkan,” tutur Nina dalam kelas parenting New Parent Academy session Psikolog Pernikahan, Minggu (16/3/2014).

Tidak siap menikah
Menurut Nina, ketidaksiapan jadi orangtua bermula dari ketidaksiapan melakukan kehidupan pernikahan. Hal itu pasti merugikan, lantaran keadaan orangtua akan memastikan prioritas serta pola didik yang diajalani anak.

Hal-hal lain yang disoroti Nina yaitu perbedaan orangtua dalam memberikan instruksi pada anak. Perbedaan instruksi mengakibatkan anak kebingungan mengikuti pola didik yang dibentuk orangtua. Mengakibatkan pendidikan yang diterima anak tidak efisien.

“Pada anak yang cerdas serta cenderung manipulatif, perbedaan instruksi dapat menjadi celah. Mereka akan menentukan keinginan mana yang sekiranya akan dituruti ayah atau ibunya hingga keinginan itu pasti terwujud,” katanya.

Untuk hindari keadaan ini, Nina merekomendasikan pasangan mempersiapkan diri sebelum saat menikah. Persiapan itu mencakup misi serta visi dalam melakukan pernikahan, dan langkah mendidik anak. Terlebih apabila dalam pengasuhan melibatkan keluarga besar serta orang luar, contoh pengasuh anak.

“Ketika ibu telah hamil maka orangtua tidak mempunyai pilihan lain selain maju selalu serta melakukan pengasuhan. Hal semacam ini dapat sukses apabila orangtua mempunyai misi serta visi yang pasti serta tahu mutu apa yang dharapkan ada pada anaknya,” kata Nina

Pentingnya sentuhan
Sentuhan adalah langkah pengasuhan terbaik orangtua pada anaknya. Lewat sentuhan anak akan merasakan langsung ketegasan serta ajakan orangtua. Sentuhan juga sangat mungkin orangtua berhubungan dengan anak sampai tahu yang apa yang dirasakan serta dipikirkan.

“Sentuhan yaitu cara parenting yang benar-benar efisien. Orangtua dapat mengajak anak ikuti ketentuan lewat cara lebih menawan,” papar Nina.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *