Merokok Rupanya Juga Dapat Bikin Badan Gemuk

Alasan takut gemuk waktu berhenti merokok kerap diungkapkan oleh beberapa perokok. Tetapi argumen itu barangkali tidak benar. Justru kesibukan merokoklah yang menambah berat tubuh.

Suatu studi baru dalam jurnal Obesity mengungkap, merokok bisa berperan dalam penambahan berat tubuh. Hingga alasan tidak mau berhenti merokok untuk melindungi berat tubuh tidaklah tepat.

Beberapa peneliti melibatkan 47 wanita untuk disajikan empat puding vanila. Keempat puding itu mempunyai jumlah lemak yang bebeda. Peserta disuruh untuk memberikan penilaian kandungan krim, rasa manis, serta kenikmatan yang mereka rasakan saat mengonsumsi puding.

Akhirnya, peneliti temukan, wanita obesitas yang juga perokok menilai puding yang mereka makan mempunyai kandungan krim serta kemanisan lebih rendah dibanding nilai kelompok lain yang bukan hanya perokok. Kelompok itu juga mengakui kurang terpuaskan dengan hidangan puding yang mereka makan dibanding grup yang lain.

Peneliti menyampaikan, rokok mempunyai jalinan dengan rasa manis. Kedua faktor, baik obesitas ataupun merokok bisa mengurangi kekuatan indera pengecap untuk merasakan manis. Ini lantaran obesitas serta merokok bisa mengurangi kandungan serotonin, senyawa otak yang mengontrol tanggapan indera pengecap.

Tidak cuma itu, menurut peneliti, walau tidak obesitas, perokok cenderung mempunyai hasrat untuk makan makanan berlemak seringkali daripada bukan hanya perokok. Ini menuturkan, mengapa perokok umumnya mempunyai lingkar pinggang yang semakin besar daripada orang yang tidak merokok.

“Hasrat makanan yang meningkat terkait dengan kekuatan pengecapan pada makanan. Lantaran kekuatan pengecapan menurun, otak lebih susah terpuaskan dari makanan, serta cenderung untuk menaikkan jumlah makanan,” jelas peneliti.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *