Langkah Awal Dalam Mengatasi Keadaan Darurat

Orang pemula perlu membekali diri dengan ketrampilan penangangan keadaan kritis darurat. Pasalnya, keadaan darurat dapat berlangsung kapan serta dimana saja, terlebih pada pasien berisiko tinggi seperti stroke serta jantung. Karenanya, setidaknya kuasai sebagian langkah awal penanganan keadaan darurat di bawah ini.

Heru Budiawan, Manager Operasional Emergency Response RSU Bunda Jakarta mengatakan sebagian langkah utama yang butuh dikerjakan di tahap awal penangangan keadaan darurat, diantaranya :

* Teliti kesadaran 
Waktu temukan seorang tergeletak dengan keadaan seperti tidak sadar diri, selekasnya kerjakan penelusuran kesadaran. Langkah paling mudah yaitu dengan menepuk bahu pasien, sembari bertanya identitas dirinya. Contoh, bertanya siapa namanya. Bila pasien menjawab, maka kondisinya tetap sadar.

* Beri rangsangan nyeri 
Bila pasien tidak merespons tepukan bahu atau pertanyaan tentang identitas dirinya, tandanya pasien tidak sadar diri. Langkah selanjutnya yaitu berikan rangsangan nyeri dengan menyubitnya.

* Mencari bantuan 
Bila rangsangan nyeri tidak juga membuat pasien sadar, selekasnya mencari pertolongan.

“Teriak minta pertolongan, atau telepon ER, selekasnya minta pertolongan,” anjuran Heru, waktu mempraktikkan penanganan keadaan darurat di RSU Bunda Jakarta, Kamis (13/3/2014).

* Teliti napas 
Tahap selanjutnya yakinkan pernapasan pasien. Dekatkan telinga ke muka pasien. Rasakan hembusan napas, dengarkan nada napas, juga nada dengkuran pasien. Suara-suara itu mengisyaratkan pasien tetap bernapas.

Bila merasakan nada pasien seperti berkumur, tandanya banyak cairan yang menganggu pernapasan. Selekasnya kerjakan posisi mantap (recovery position) lewat cara memiringkan badan pasien supaya cairan mengalir ke bawah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *