Kombinasikan Operasi Wasir Dengan Gaya Hidup Sehat Adalah Pilihan Terbaik

Cara penanganan wasir terbaru dengan stapler (stapled hemorrhoidopexy) terbukti dapat mengurangi rasa nyeri sesudah operasi. Tetapi, cara itu tidak menanggung pasien terlepas dari penyakit itu.

Hal semacam itu disebutkan Kepala Bidang Ilmiah Ikatan Dokter Indonesia Wilayah Jakarta Utara Barlian Sutedja pada seminar ilmiah ”Tata Laksana Diagnostik pada Pendarahan Dari Anus serta Penanganan Hermoroid Terbaru”, di Jakarta, Sabtu (5/4).

”Jika pasien tidak bergaya hidup sehat, seperti konsumsi makanan berserat, minum air putih delapan liter per hari, serta olahraga, wasir dapat kembali terkena, persentase kambuh 5%,” tutur Barlian.

Teknik yang dipelopori Antonio Longo asal Italia pada 1993 ini menggunakan procedure for prolapse and hemorrhoids (PPH). Prosedur ini memakai alat sejenis stapler yang memotong jaringan hemoroid yang prolaps (merosot) di pangkal wasir. Kemudian, alat ini menjahit jaringan tersisa di dinding anus.

”Memotong jaringan di pangkal wasir jadikan teknik ini tidak terlampau sakit untuk pasien. Karena, bagian itu tidak terdapat banyak jaringan peka. Rasa sakit cuma 20-30% dibandingkan dengan penanganan konvensional. Pasien cuma butuh dirawat di rumah sakit sepanjang satu hari,” kata Barlian, yang juga Direktur Utama Rumah Sakit Gading Pluit, Jakarta Utara.

Prosedur PPH hanya untuk pasien wasir derajat 3 serta 4. Pada keadaan itu, jaringan hemoroid yang prolaps sudah mengganggu kesibukan pasien. Adapun wasir derajat 1 serta 2 tetap dapat diatasi dengan melakukan perbaikan pola hidup serta pola makan.

Menurut data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) 2008, pasien wasir di dunia seputar 230 juta orang. Di Indonesia, menurut data Kementerian Kesehatan 2008, jumlah pasien hemoroid 5,7 % dari keseluruhan populasi (seputar 10 juta orang).

Sesaat itu, dokter spesialis bedah RS Gading Pluit, Peter Ian Limas, menyampaikan, beberapa besar orang-orang Indonesia tetap meremehkan buang air besar (BAB) berdarah. Walau sebenarnya, ini dapat adalah sinyal awal kanker kolorektal. Data WHO, kanker kolorektal mengakibatkan kematian 600.000 orang per tahun.

Peter memberikan, pendarahan itu biasanya dikarenakan persoalan di saluran pencernaan sisi bawah, yakni usus besar, usus halus, dan usus dua belas jari. Ia merekomendasikan, pasien BAB berdarah lakukan pemeriksaan, umpamanya dengan endoskopi atau cara lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *