Kenapa Pria Sebaiknya Menikah Pada Usia 25 Sedangkan Wanita Pada Usia 21?

Menikah bermakna siap menjadi orangtua tidak sebatas 1-2 tahun, namun seumur hidup. Karena itu, untuk menghadapi keadaan itu, seorang membutuhkan kesiapan mental yang tangguh. Hal itu yang mendasari umur pernikahan minimum 21 tahun untuk wanita, serta 25 tahun untuk pria.

“Usia memanglah tak jadi dasar mutlak kesiapan mental. Tetapi dengan batas itu diharapkan pengalaman serta kesiapan mental lebih baik, dibanding umur yang lebih muda. Selain tentunya kesiapan dari segi medis,” kata psikolog Ana Surti Ariani dalam kelas parenting New Parents Academy sesi Psikologi Pernikahan, Minggu (16/3/2014).

Siap menjadi orangtua

Apabila pasangan menikah sebelum umur 21 dan 25 tahun, Ana merekomendasikan keduanya menunda mempunyai anak. Dengan penundaan itu keduanya dapat sama-sama membuat pola pendidikan untuk anaknya nantinya. Keduanya dapat juga mempersiapkan mental menghadapi sistem tumbuh kembang anak. Sepanjang penundaan, calon orangtua juga bisa memastikan pola pengasuhan yang akan diaplikasikan pada anaknya.

“Parenting adalah pilihan serta orangtua dapat menentukannya dengan beragam pertimbangan. Dengan kesiapan mental, diharapkan orangtua tahu bagaimana dampak pengasuhan itu pada anaknya,” papar Ana.

Apabila mengetahui dampak aplikasi parenting maka orangtua tidak akan asal pilih. Orangtua juga tidak akan mengaplikasikan pengasuhan cuma lantaran punya kebiasaan. Setelah itu orangtua akan menerapkan ketentuan itu dengan benar. Pastinya orangtua juga memasukkan lingkungan seputar dalam pertimbangan parentingyang dikerjakan, contoh keluarga serta asisten rumah tangga.

Siap berkorban serta lebih percaya diri

Tak sekedar menentukan pola parenting, kesiapan mental akan menuntun calon orang tua mempersiapkan “pengorbanan” yang perlu dikerjakan. Umpamanya mengorbankan waktu yang semula semakin banyak untuk dianya selalu untuk mengutamakan anaknya. Kesiapan mental juga mengakibatkan orangtua senantiasa yakin diri dalam memutuskan.

“Rasa yakin diri inilah yang mengakibatkan orangtua tidak mudah kalah, hingga tidak mengabulkan apa pun yang disuruh anak. Hal semacam ini sangat mungkin pengasuhan senantiasa dalam pola yang telah diputuskan. Yakin diri sekalian menghindar orangtua jadi permisif pada anak,” papar Ana.

Siap memahami anak

Menjadi orangtua, kata Ana, adalah kewajiban untuk selalu belajar serta menambah keterampilan. Keterampilan sangat mungkin orangtua senantiasa dapat berkomunikasi, serta mengerti apa yang dirasakan anak.

Yang tidak kalah utama, kematangan mental mempermudah orangtua menerima pilihan anak saat dewasa. Walau tidak sesuai gagasan awal, orangtua tetap harus meyakinkan anaknya bahagia dengan jalan yang dipilihnya. Lewat cara ini, anak akan dapat melakukan kehidupannya dengan baik saat beranjak dewasa.

“Sampai kapanpun kita yaitu orangtua dari seseorang anak. Pekerjaan orangtua yaitu sediakan pendidikan yang paling baik untuk anaknya. Setelah itu orangtua mesti berlapang dada terima ketentuan anak, walaupun tidak sesuai harapannya, ” kata Ana.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *