Kenapa Bayi Rentan Pada Alergi Susu Sapi?

Alergi protein susu sapi adalah bentuk alergi makanan yang paling umum dihadapi oleh anak. Diprediksikan 0,3 – 7,5% anak mengalami alergi ini, terlebih pada bayi berumur kurang dari dua tahun.

Satu diantara aspek yang membuat bayi rawan mengalami alergi susu sapi yaitu lantaran kurangnya pemberian air susu ibu.

Menurut dr.Zakiudin Munasir, Sp.A (K), ahli alergi serta imunologi dari Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia, alergi susu sapi dipicu oleh sistem imun anak yang berasumsi kandungan protein pada susu sapi untuk zat yang beresiko.

Karena, sistem kekebalan tubuh anak akan melawan protein yang ada dalam susu sapi hingga gejala reaksi alergi akan muncul.

“Masalah alergi tidak langsung muncul. Minum susu sekali barangkali tidak jadi masalah. Namun lantaran bayi setiap hari minum susu sapi, lama kelamaan tubuhnya akan membentuk imunoglobulin E yang menumpuk sampai timbul reaksi,” tuturnya dalam acara Nutritalk yang diselenggarakan oleh Sari Husada di Jakarta (16/4/14).

Ditambahkan oleh Zakiudin, susu sapi memiliki kandungan kasein serta protein whey yang dapat mencentuskan alergi. Proses pemanasan akan menambah karakter alergi.

Tanda-tanda alergi pada susu sapi dapat berbagai macam, mulai dari ruam merah pada kulit, gatal, sesak napas, sampai ada darah dalam feses.

Walau sekian umumnya alergi susu sapi akan hilang waktu anak berumur 3 tahun. “Di umur ini sistem pencernaan anak telah matang hingga dapat mengolah protein susu sapi,” katanya.

Untuk mencegah alergi, bayi sebaiknya diberikan ASI saja sampai berumur 6 bulan. Tidak sama dengan susu formula, ASI memiliki kandungan antibodi yang akan turunkan resiko infeksi serta alergi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *