Hati-hati! Obesitas Bisa Mengakibatkan Kaki Berbentuk O

Kegemukan pada anak bisa memperburuk keadaan anak yang memiliki kecenderungan kaki berbentuk O. Kaki berbentuk O juga dapat merupakan akibat belajar jalan sebelum waktunya, baik memakai alat bantu ataupun tidak. Bila tidak selekasnya dikoreksi, kaki berbentuk O akan jadi cacat permanen serta mengurangi mutu hidup.

Dokter pakar bedah ortopedi anak serta rekonstruksi tulang serta sendi RSUP Fatmawati, Jakarta, Faisal Miraj, menyampaikan hal semacam itu, Kamis (10/4), sebelum saat mengoperasi pasien anak dengan kaki berbentuk O, Zahid Nabil (6).

Faisal menuturkan, kaki berbentuk O, dalam arti medis dikenal untuk tibia vara (masalah Blount), yaitu kelainan perkembangan tulang pada anak yang melibatkan segi dalam dari lempeng perkembangan tulang kering. Kelainan ini mengakibatkan kedua kaki berbentuk O.

Tidak diketahui pasti kenapa dapat berlangsung tibia vara. Yang pasti, berat tubuh yang berlebihan akan semakin menghimpit persendian pada lutut serta tulang kering hingga kaki jadi bengkok menjauhi sumbu lurusnya.

Faisal menyebutkan, anak-anak berumur dibawah 2 tahun kadang-kadang mempunyai kaki berbentuk O. Bersamaan dengan bertambahnya usia, kaki semakin lurus. Walau demikian, pada keadaan abnormal, makin bertambah usia, kaki anak yang berbentuk O tidak menjadi lurus, namun terus berbentuk O.

Kaki berupa O dapat dikoreksi dengan mengkalkulasi pojok pelurusan kaki dengan cara manual maupun terkomputerisasi.

Tempo hari, tim dokter RSUP Fatmawati yang dipimpin Faisal mengoperasi Nabil lewat operasi minimal invasif serta penghitungan pelurusan tulang dengan komputer. Tulang kaki Nabil mulai di bawah tempurung dibor di empat tempat serta dipasang kawat. Setelah itu, tulang yang bengkok dipatahkan supaya posisinya dapat diluruskan.

Kawat-kawat itu lalu dihubungkan dengan alat bantu berupa lingkaran yang sama-sama terhubung supaya posisi tulang stabil. Alat bantu ini dipakai sepanjang seputar enam bulan.

Ibu Nabil, Tini Agustini (42), menyampaikan, anak tunggalnya itu dari usia 3 bulan konsumsi susu formula. Mengakibatkan, Nabil kegemukan. ”Di umur 4 tahun, berat tubuh Nabil telah 30 kilogram lebih. Awalannya saya senang dia gemuk, namun lama-lama Nabil susah belajar jalan serta jadi kurang percaya diri lantaran kakinya bentuk O,” kata Tini.

Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUP Fatmawati Lia Gardenia Partakusuma memberikan, Nabil adalah pasien kedua yang melakukan operasi bedah ortopedi kaki O.

Biaya operasi pasien pertama, Reihan (12), yang dikerjakan pada September 2013 dijamin program Kartu Jakarta Sehat. Adapun biaya operasi Nabil dijamin program Jaminan Kesehatan Nasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *