Category Archives: Seks Gaul

Mungkinkah Gay Bisa Berganti Orientasi Seksual?

TANYA :

Saya Candra berumur 18 tahun, ingin bertanya perihal pengobatan orientasi seksual saya. Dok, saya telah merasakan kelainan yang saya alami ini dari saya duduk di bangku SD kelas 5. Setiap saat saya melihat cowok pasti ada perasaan yang aneh. Lambat laun pada akhirnya saya terperosok dalam dunia homoseksual ini. Saya tidak paham kenapa saya suka sekali melihat cowok, juga saya telah terkait badan seperti suami istri serta hingga saat ini saya juga tetap lakukan hal itu dengan pasangan saya (Gay).

Dalam hati saya ada perasaan rasa bersalah, namun saya tidak dapat untuk berdalih bahwasanya saya gay. Hingga saat ini saya berupaya menjauhi ini seluruhnya, namun akhirnya nihil. Sempat saya berupaya menyingkirkan penyakit ini dengan berpacaran dengan cewek, namun tetap harus saya tidak dapat menyukai serta juga tidak ada perasaan serta ketertarikan sama lawan jenis. Saya benar-benar sedih sekali dengan keadaan saya ini, saya mau beralih jadi lelaki sepenuhnya, bukan hanya seperti ini Dok. Tolong pencerahannya dok. Terima kasih.

Candra, Malang

JAWAB :

Homoseksual atau gay berlangsung lantaran sebagian aspek, yakni perihal biologis, aspek perubahan psikoseksual, aspek sosiokultur, serta aspek lingkungan.

Bergantung pemicunya, maka tidak seluruhnya gay bisa beralih jadi heteroseksual atau tertarik pada lawan jenis. Beberapa gay, umpamanya lantaran pengaruh lingkungan pergaulan, sangat mungkin bisa beralih bila dia meninggalkan lingkungan itu. Namun bila lantaran masalah di otaknya, pasti mustahil diubah menjadi heteroseksual. Gay lantaran masalah perubahan psikoseksual dari saat kecil, juga benar-benar susah atau juga mustahil beralih.

Anda membutuhkan konsultasi lebih jauh hingga bisa diketahui atau disangka aspek pemicunya.

Tersebut 5 Hal Beresiko yang Dapat Berlangsung Waktu Bercinta

Sesekali melakukan hubungan seksual yang agresif serta sedikit kasar memanglah dapat menambah gairah. Tetapi, berhati-hatilah lantaran “permainan” yang terlampau agresif barangkali dapat membahayakan Anda.

Tersebut disini beberapa hal beresiko yang dapat berlangsung waktu bercinta.

1. Fraktur penis
Walau tidak ada tulang di penis Anda, namun ada sejenis susunan silinder, dimaksud Corpora cavernosa, yang akan membesar waktu terisi darah hingga penis menjadi keras. Pikirkan penis seperti ban yang akan menjadi keras saat terisi udara. Saat penis yang ereksi ini terkena tulang kemaluan pasangan maka dapat berlangsung fraktur penis.

Walau tidak sering, namun fraktur penis barangkali saja berlangsung. Biasanya keadaan ini berlangsung saat posisi seksual wanita ada diatas, atau berguling ditempat tidur dengan penis ereksi. Bila ini berlangsung, organ vital pria ini akan membesar serta berwarna keunguan. Dokter umumnya akan lakukan operrasi kecil untuk mengatasinya.

2. Rasa terbakar
Lakukan penetrasi pada vagina yang terlampau kering dapat menyebabkan rasa terbakar, kemerahan, serta pedas menyengat. Untuk menghindarnya, senantiasa kerjakan sesi pemanasan dengan cukup atau memakai pelumas vagina.

3. Bengkak
Satu diantara langkah untuk melindungi ereksi lebih lama yaitu dengan memakai “cincin” khusus. Tetapi, bila cincin ini digunakan terlampau lama atau terlampau ketat, aliran darah dapat terhalang hingga penis jadi bengkak.

4. Luka gigitan
Ide-ide liar ditempat tidur kadang-kadang dapat beresiko. Umpamanya saja luka gigitan disebabkan terlampau semangat. Bila gigitan itu berlangsung di organ intim, selekasnya bersihkan luka dengan cairan antiseptik untuk menghindar infeksi.

5. Nyeri pada testis
Testis adalah sisi yang benar-benar peka serta butuh diperlakukan dengan hati-hati. Stimulasi yang terlalu berlebih di bagian ini dapat mengakibatkan testis jadi nyeri.

Keseharian Paedofil Rupanya Berlaku Lembut Serta Baik pada Anak

Tidak seluruhnya pelaku kekerasan seksual lakukan aksinya dengan kekerasan. Pada paedofil serta predator anak umpamanya, mereka kerapkali memperlihatkan sikap lembut, baik, serta suka bermain dengan anak. Sikap yang lembut itu adalah tipu daya supaya anak menuruti keinginannya.

Sekian menurut dokter spesialis kejiwaan, Naek L Tobing. Ia menyampaikan, sikap paedofil yang lembut pada anak adalah topeng dari kekerasan yang ada di dalam dirinya. Kekerasan seperti hasrat melakukan sodomi disembunyikan dengan sikap sayang pada anak-anak yang mungkin melebihi dari orang-orang di sekitarnya.

“Tersebut penyebab mereka umumnya justru bekerja di tempat-tempat yang benar-benar erat hubungan dengan anak, umpamanya taman kanak-kanak, sekolah, rumah berkunjung untuk anak-anak telantar,” tuturnya waktu dihubungi Kompas Health, Kamis (17/4/2014).

Menurut Naek, tidak ada ciri-ciri fisik khusus pada paedofil. Tetapi, baiknya orangtua perlu berprasangka buruk bila perilaku seseorang terlampau baik pada anak. Orangtua juga harus memberikan pendidikan seks secara dini pada anak.

Anak untuk individu yang belum meraih skala kedewasaan belum dapat menilai suatu hal untuk tipu daya atau bukan hanya. Oleh karenanya, mereka butuh dibekali pendidikan seks.

Diambil dari Council of Europe, pendidikan seks dasar yang perlu diajarkan pada si kecil, diantaranya, mengajarkannya bahwasanya badan mereka harus dijaga serta dilindungi, perbedaan sentuhan yang layak serta tidak pantas dikerjakan, perbedaan rahasia baik serta buruk, serta mengajarkan langkah bereaksi pada aksi mencurigakan.

Selanjutnya, Naek menuturkan, paedofilia adalah kelainan seksual yang dicirikan dari mempunyai hasrat seks pada anak-anak.

Penyalurannya dapat melalui pemerkosaan pada anak wanita serta sodomi pada anak lelaki. Paedofilia dapat juga bermakna kombinasi dari keduanya. Tetapi, tidak hanya pria, menurut dia paedofilia dapat juga berlangsung pada wanita dewasa.

Ia menambahkan, paedofilia tidak terlampau dipengaruhi oleh genetika, namun oleh pengalaman seksual. Berarti, saat seorang memperoleh pengalaman seksual untuk pertama kali dengan cara sodomi serta menemukan kesenangan, besar kemungkinan ia tidak mau mencoba pengalaman seksual yang lain.

“Tetapi, bila tingkatan paedofilia seseorang belum 100% serta memperoleh terapi yang tepat, ia dapat dihindari tidak untuk jadi pelaku kekerasan seksual pada anak, walau barangkali hasrat mereka untuk lakukan sodomi itu tidak dapat hilang,” kata konselor seks dari University of Minnesota, Minneapolis, Amerika Serikat, ini.

Untuk Mencegah Kontraksi Ibu Hamil Perlu Hindari Sperma

Bercinta waktu istri hamil tua memanglah jadi salah satu langkah untuk memudahkan proses persalinan. Tetapi sebelum saat usia kehamilan 37 minggu, baiknya ibu hamil tidak dahulu terpapar oleh sperma untuk mencegah kontraksi.

Dokter spesialis kebidanan Ardiansjah Dara Sjahruddin menyampaikan, sperma adalah satu diantara hal yang bisa menambah produksi oksitoksin dalam tubuh ibu hamil. Walau sebenarnya penambahan kandungan oksitoksin di dalam tubuh akan menyebabkan terjadinya kontraksi rahim.

“Paparan sperma sebelum usia kehamilan mencukupi untuk persalinan akan menambah resiko kelahiran prematur,” terang Ardi dalam seminar media SOHO #BetterU bertopik “Peran Oksitoksin pada Induksi Persalinan” di Jakarta, Rabu (16/4/2014).

37 minggu adalah batas umur kehamilan yang cukup sebelum saat ibu hamil mengalami kontraksi rahim. Selepas umur kehamilan itu, ibu hamil bisa, juga dianjurkan, untuk lakukan beberapa hal yang merangsang terjadinya kontraksi.

Tetapi bukan hanya bermakna terkait seks sebelum usia kehamilan 37 minggu tidak bisa dikerjakan. Menurut Ardi, aktivitas itu dapat dikerjakan, seandainya ibu hamil tidak terpapar sperma.

“Langkahnya antara lain dengan ejakulasi diluar atau memakai kondom waktu terkait seksual,” ungkap dokter yang berpraktik di Siloam Hospital Semanggi ini.

Ardi menuturkan, terkait seks adalah satu diantara langkah induksi persalinan alami. Induksi dibutuhkan untuk merangsang rahim berkontraksi supaya bayi lebih mudah dikeluarkan waktu persalinan. Selain terkait seks, induksi persalinan bisa dikerjakan juga dengan stimulasi puting serta menambah kesibukan fisik pada ibu hamil.

Latihan Pelvis Sangat Dibutuhkan Untuk Lawan Ejakulasi Dini

Ejakulasi dini pasti akan mengakibatkan kerusakan kehidupan cinta pasangan suami istri lantaran kepuasan seksual susah dicapai. Tetapi dengan latihan pelvis, barangkali keadaan itu bisa diperbaiki.

Menurut suatu studi baru, ejakulasi dini yang disimpulkan ejakulasi yang berlangsung kurun waktu kurang dari satu menit terkait, berlangsung pada banyak pria dalam satu titik dalam kehidupan mereka. Walau telah ada terapinya, tetapi tidak seluruhnya pria memperoleh manfaat perbaikan.

Dalam studi itu dilibatkan 40 pria berumur 19-46 tahun dengan ejakulasi dini periode panjang yang sudah mencoba beragam terapi, seperti krim, antidepresan, serta terapi tingkah laku, tetapi belum sukses. Lalu mereka berlatih latihan otot lantai pelvis sepanjang 12 minggu.

Waktu studi baru diawali, rata-rata pria ejakulasi sesudah 32 detik terkait seksual. Sesudah dikerjakannya latihan, saat ejakulasi meningkat jadi hampir 2,5 menit. Berarti perbaikannya meraih empat kali lipat dalam tiga bulan program latihan.

Menurut studi yang dipresentasikan dalam Eupean Congress of Urology di Stockholm itu, hanya ada lima pria dalam studi ini yang tidak memperoleh manfaat dari terapi itu.

“Ini adalah studi kecil, hingga dampaknya juga butuh diverifikasi terlebih dulu saat menyasar pada populasi yang semakin besar,” tutur ketua studi Antonio Pastore dari Sapienza University of Rome.

Ia menyampaikan, latihan rehabilitasi lebih mudah dikerjakan, dan tanpa efek samping. Latihan otot lantai pelvis pada mulanya banyak dipakai oleh pasien kanker prostat sesudah dioperasi untuk menangani inkontinensi urine.

“Metode pelatihan otot lantai pelvis pada mulanya sempat dikerjakan juga pada pria dengan ejakulasi dini sementara, tetapi baru saat ini diuji cobalah untuk pria dengan ejakulasi awal kurun waktu lama,” katanya.

Menurut riset itu, ditemukan juga manfaat latihan otot lantai pelvis dengan cara psikologi, yakni beberapa pria jadi lebih percaya diri. Keadaan itu akan membuat kehidupan cintanya juga semakin bergairah.

Janganlah Biarkan Stres Anda Menurunkan Gairah Seks

Umumnya orang menentukan makan, minum alkohol, atau olahraga untuk mencari kenyamanan waktu stres. Walau sebenarnya, terkait seksual sesungguhnya yaitu satu diantara langkah terbaik untuk relaks. Masalahnya, stres kerapkali turunkan hasrat bercinta.

Saat hadapi beragam masalah kerja, masalah rumah tangga, serta finansial, seks umumnya akan jadi urutan terahir dari daftar prioritas seorang.

Stres juga berikan efek yang tidak sama pada pria serta wanita. Saat tengah stres, pria akan berupaya lari dari kondisi, tidak tahu itu dengan bermain video games atau olahraga. Pria memanglah akan melakukan kegiatan fisik, terhitung terkait seks, untuk melepas stresnya.

Sebaliknya dengan kaum wanita. Mereka lebih tertarik untuk lakukan bonding serta aktivitas untuk mendekatkan diri dengan keluarganya. Umumnya mereka akan mencari sahabat terdekatnya untuk curhat atau menggunakan waktunya melihat serial TV favoritnya. Tidak heran bila seks kerapkali tidak dipikirkannya, terlebih saat ia terasa stres fisik serta emosional.

Walau demikian, tidak seluruhnya pria dapat lakukan jalinan seksual waktu stres, terlebih bila sumber stres mereka yaitu keuangan serta pekerjaan. Umumnya hal semacam ini akan membuat kemampuan ereksi mereka terganggu. Maklum saja, pria melukiskan maskulinitas mereka untuk kekuatan menyokong keluarganya. Bila mereka terasa tidak mampu pada bagian ini, umumnya kekuatan mereka ditempat tidur turut berpengaruh.

Tersebut disini sebagian panduan untuk menghindar supaya stres tidak mengakibatkan kerusakan gairah bercinta :

Janganlah menunggu
Cobalah untuk mencari alternatif saat untuk nikmati jalinan seksual. Tidak butuh menanti sampai jam 10 malam saat Anda telah lelah serta cuma mau tidur. Coba mengerjakannya pada pagi hari atau bercinta sembari mandi pagi sebelum saat ke kantor.

Membuka diri
Jika selama ini Anda mengartikan bercinta untuk jalinan seksual serta penetrasi, barangkali ini waktunya Anda membuka diri pada suatu hal yang baru. Janganlah sangsi lakukan ciuman hangat serta sentuhan fisik lain yang menghadirkan perasaan intim dengan pasangan. Walau tidak selesai dengan jalinan seksual, namun kedekatan itu akan membuat Anda berdua siap saat waktunya tepat.

Jaga kesehatan
Benar-benar gampang memperoleh kenyamanan dari makanan atau alkohol saat tengah sters. Namun rutinitas itu justru akan memadamkan gairah seks Anda. Sebaliknya, kerjakan pola hidup sehat. Teratur olahraga serta konsumsi makanan bergizi. Pola hidup sehat bukan hanya membuat Anda terasa lebih seksi di depan pasangan, namun dapat juga menurunkan stres.

Tahukah Bahwasanya Inilah Ukuran Normal Mr. P Saat Ereksi

Banyak pria yang terasa tidak puas dengan ukuran Mr.P dengan kata lain penisnya. Mereka mengharapkan memiliki penis yang lebih panjang dari ukurannya yang saat ini. Walau sebenarnya, ukuran normal penis waktu ereksi nyatanya tidak selama yang dipikirkan beberapa orang.

Hasil survei terbaru yang dimuat dalam Journal of Sexual Medicine mengatakan, ukuran rata-rata penis pria waktu ereksi penuh yaitu seputar 14 cm. Survei ini dikerjakan pada 1.661 pria Amerika.

Sesaat itu menurut dr.Naek L.Tobing dalam bukunya Seks Tuntunan Bagi Pria, panjang penis orang Indonesia waktu lembek yaitu seputar 9-12 cm. Pada waktu ereksi, ukurannya sekitar 10-14 cm. Beberapa orang barat (kaukasia) atau orang Timur Tengah, ukurannya sedikit lebih panjang, yaitu pada 12,2 cm hingga 15.4 cm.

Dalam survei yang dipimpin oleh seksolog Debby Herbenick Ph.D ini, beberapa pria sebagai responden mengukur sendiri penis mereka di rumah lalu melaporkannya. Cara ini dinilai lebih akurat lantaran pasti lebih susah untuk seseorang pria untuk ereksi di depan orang asing yang akan lakukan pengukuran.

Sesungguhnya, apa manfaat dari studi sejenis ini? Nyatanya banyak, tersebut salah satunya :

1. Kurangi kecemasan
Bukan hanya rahasia lagi bahwasanya ukuran penis adalah satu diantara topik yang paling kerap ditanyakan pada pria. Mereka cemas ukuran yang dimilikinya tidak normal serta terlampau kecil. Karenanya dengan tahu berapakah ukuran rata-ratanya, pria tidak perlu lagi terasa cemas. Lagi juga bervariasianya ukuran “kejantanan” pria ini yaitu hal yang normal.

2. Mendorong seks yang lebih memuaskan
Ketua peneliti yang lakukan studi ini menyampaikan, hasil survei ini dapat bermanfaat untuk produsen untuk mendesain kondom, alat bantu seks, atau sex toys, yang paling pas. “Perusahaan pembuat kondom dapat mendesain kondom yang beragam hingga pas dengan beragam ukuran penis pria,” tuturnya.

3. Ukurannya tidak berubah
Studi ini bukan hanya yang pertama kali yang mengukur panjang organ seksual utama pria. Tetapi rata-rata ukurannya tidak beralih. Studi pada mulanya juga mengatakan ukuran penis pria waktu ereksi berkisar pada 12-14 cm.

Nyatanya Pendidikan Seks Dapat Mencegah Tingkah laku Seks Bebas Pada Remaja

Dengan cara fisik, remaja memanglah telah dapat lakukan jalinan seksual. Tetapi mereka belum siap dengan cara mental, terlebih bila jalinan seksual dikerjakan untuk usaha spesifik, umpamanya dengan jadi “cabe-cabean”.

Menurut seksolog serta spesialis andrologi dari Fakultas Kedokteran Kampus Udayana, Prof. Wimpie Pangkahila, fenomena “cabe-cabean” adalah tingkah laku seks remaja yang tidak sehat. Supaya tidak terperosok dalam tingkah laku seks remaja yang tidak sehat, maka pengetahuan perihal seksualitas yaitu kuncinya.

“Remaja memerlukan pengetahuan perihal seksualitas. Tersebut mengapa butuh ada pendidikan seks untuk mereka,” tegas Wimpie waktu dihubungi pada Jumat (4/4/2014).

Ia juga menyayangkan ada asumsi bahwasanya pendidikan seks tidak perlu diberikan di sekolah lantaran dikira malah menyebabkan remaja lakukan jalinan seksual. Walau sebenarnya menurut dia, tanpa pendidikan seks, remaja akan mengambil aktivitas seksual dari sumber yang tidak semestinya. Umpamanya saja lewat film porno atau ajukan pertanyaan pada rekan yang pengetahuannya juga salah.

Tingkah laku itu pada akhirnya berbuntut pada kekeliruan dalam memaknai jalinan seksual. Maka tidak heran bila pemanfatan yang menyimpang, seperti memakai jalinan seksual untuk memperoleh uang, tidak sangsi dikerjakan.

Bicara masalah seksualitas bukan hanya sekitar jalinan intim pria serta wanita, namun dapat pula perihal kesehatan serta perubahan emosi.

Wimpie memiliki pendapat, selain tidak adanya pendidikan seks yang benar, terdapat banyak aspek yang lain yang memengaruhi fenomena remaja yang menjual seks. Pertama, minimnya perhatian dari orangtua. “Orangtua tidak paham apa yang dikerjakan anaknya diluar rumah, tidak dekat dengan anak,” jelasnya.

Kedua, dampak lingkungan, terutama rekan sebaya. Ia menerangkan, rekan sebaya benar-benar memengaruhi tingkah laku seorang, terhitung untuk lakukan beberapa hal yang negatif.

“Remaja lebih berani bila lakukan semua suatu hal berkelompok, baik itu berbohong, lakukan kejahatan, terhitung tingkah laku seks,” tuturnya.

Impoten Bisa Dijumpai Pada Pria Yang Merupakan Pecandu Ponsel

Terlampau “lengket” dengan gadget memanglah dapat membuat peluang kita untuk berhubungan secara langsung dengan orang di seputar jadi menyusut. Namun keakraban dengan gadget nyatanya dapat juga mengakibatkan kerusakan kehidupan seksual.

Suatu studi terbaru temukan, pria yang memegang ponselnya kian lebih 4 jam setiap hari lebih rentan mengalami impotensi dibanding mereka yang membatasi memegang gadgetnya kurang dari 2 jam setiap hari.

Riset ini dikerjakan pada 20 pria yang alami masalah ereksi sepanjang 6 bulan riset. Mereka juga melibatkan 10 pria sehat yang tidak ada persoalan dengan ereksinya. Setiap orang disuruh mengisi tes perihal manfaat ereksi serta juga rutinitas mereka menggunakan ponsel.

Dengan cara umum memanglah tak ada perbedaan nyata pada kedua kelompok itu. Mereka juga mempunyai kandungan testosteron yang nyaris sama, sekian juga dengan durasi saat mereka memakai gadget.

Perbedaan terang tampak pada saat mereka menaruh ponsel di kantong pakaian atau celana, maupun menggenggamnya.

Pria yang pada mulanya diketahui alami kesusahan ereksi nyatanya membawa hp mereka lebih lama dibanding pria dari kelompok B atau pria yang sehat. Jumlahnya cukup tidak sama, 4 jam dibanding 1,8 jam.

“Keseluruhan saat saat menggenggam ponsel lebih berpengaruh dibanding dengan yang tidak sering menggunakan ponsel,” kata peneliti.

Studi lain tentang pemakaian ponsel serta tingkat kesuburan juga banyak dikerjakan. Satu diantaranya mengatakan, semakin kerap pria memakai ponselnya, semakin buruk mutu dan jumlah sperma mereka.

Fenomena “Cabe-cabean”, Hasil Perubahan Tingkah laku Seks Remaja

Dalam sekian waktu terakhir, arti “cabe-cabean” tengah ramai dibicarakan. Arti itu mengacu pada gadis berumur belia yang menjual dirinya. Sesungguhnya fenomena ini bukan hanya suatu hal yang baru. Menurut seksolog serta spesialis andrologi, Prof. Wimpie Pangkahila, remaja yang menjual seks telah berlangsung dari lama.

Ia menyampaikan, dari tahun 1981, riset tunjukkan ada pergantian pada tingkah laku seksual remaja. Seks tidak lagi dikira untuk hal yang sakral, namun seluruhnya orang, terhitung remaja, dapat mengerjakannya.

“Sikap orang-orang yang permisif barangkali jadi dasar dari pergantian tingkah laku seksual itu. Orang-orang pasti tahu ada pergantian tingkah laku seks di sekelilingnya, tetapi tidak benar-benar mau melenyapkannya,” tutur Wimpie waktu dihubungi pada Kamis (4/4/2014).

Pergantian tingkah laku seks, menurut dia, dipicu oleh pergeseran budaya sosial yang berlangsung di orang-orang itu sendiri. Hingga tidak heran bila anak remaja wanita juga mempunyai keberanian untuk menjual seks.

Wimpie menuturkan, pada intinya manusia yaitu makhluk seksual hingga setiap orang mempunyai keperluan dengan cara seksual. Tetapi, manusia juga mempunyai budaya yang melindungi mereka tidak untuk bebas beraktivitas seksual.

Umpamanya, dahulu wanita mesti lebih melindungi kehormatannya, tidak bisa mempunyai banyak pasangan, dan sebagainya. Tetapi bersamaan berubahnya budaya, nilai ini mulai tergerus serta terjadi pergantian tingkah laku seksual.

Bukan hanya kelainan otak
Wimpie menyampaikan, walau berlangsung pergantian tingkah laku seksual, tetapi bukan hanya bermakna berlangsung kelainan otak pada remaja “cabe-cabean”. Sisi otak yang mengatur masalah seks maupun hormon seksual tetap normal serta tidak berlangsung kelainan.

“Bila berlangsung kelainan, maka gejalanya tidak sama lagi. Ini otak, hormon, manfaat biologis semestinya normal, hanya tingkah laku seksualnya saja yang mengalami pergantian,” tegas Guru Besar Fakultas Kedokteran Universitas Udayana ini.

Menurut dia, baik remaja wanita, lelaki, ataupun pelanggannya barangkali tidak alami kelainan otak berkenaan seks. “Ini cuma masalah pergantian tingkah laku seksual lantaran pergeseran budaya sosial,” ujarnya.