Category Archives: Psikolog Gaul

Nyatanya Orang Mudah Bergosip dan Berbohong di Siang Hari

Pagi adalah awal yang baru serta membawa perasaan optimis pada diri kita. Belum ada masalah yang mengganggu kita pada pagi hari. Kita juga keluar rumah dengan penuh harapan serta dapat meraih banyak tujuan.

Lalu pagi bertukar siang. Namun selama ini Anda belum dapat lakukan apa yang telah direncanakan. Mood mulai berantakan serta kita jadi mudah marah. Rasa lelah di siang hari juga membuat kita jadi kehilangan semangat dan ingin bersantai.

Suatu studi tentang psikologi juga mengatakan, di siang hari beberapa orang cenderung lebih pemalas, mudah berbohong, serta suka bergosip.

“Dari kita bangun pada pagi hari, kebiasaan keseharian memerlukan pengendalian diri. Dari pagi kita sudah harus membuat ketentuan ; sarapan dengan menu apa, pergi naik apa, terhitung mesti pikirkan kalimat yang tepat pada orang lain. Tiap-tiap orang mengatur serta mengatur hasrat mereka,” kata Maryan Kouchaki serta Isaac Smith, peneliti bagian psikologi dari Universitas Harvard.

Ia menuturkan, aktivitas harian yang padat dari pagi dapat mengikis kemampuan seorang untuk berlaku sesuai sama etika. “Dengan kata lain, seorang lebih mudah untuk berlaku sopan serta baik, dan menahan godaan pada pagi hari dibanding di lain waktu,” tuturnya.

Riset juga tunjukkan, kekuatan mengatur diri cenderung menyusut di siang hari. Diluar itu di siang hari seorang juga lebih mungkin untuk berbohong atau bergosip.

Mengerti “kekurangan” manusia ini, pasti kita belajar untuk mengorganisasi aktivitas kita. Tugas-tugas yang susah serta memerlukan konsentrasi penuh baiknya dikerjakan pada pagi hari. Sesaat pekerjaan yang tidak terlampau susah dapat dikerjakan di siang atau sore hari.

Telah Diluncurkan Kampanye Bertajuk #SayangIbu

Kementerian Kesehatan bekerja sama dengan Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), Dinas Kesehatan DKI Jakarta, serta Yayasan Cinta Anak Bangsa (YCAB) meluncurkan Kampanye Perduli Kesehatan Ibu dari April sampai 22 Desember 2014 yang akan datang. Kampanye ini adalah satu diantara usaha untuk menghimpit Angka Kematian Ibu (AKI) yang tetap tinggi di Indonesia.

Direktur Jenderal Bina Gizi serta Kesehatan Ibu serta Anak Kementerian Kesehatan Anung Sugihantono menyampaikan, satu diantara aspek yang memengaruhi tingginya AKI yaitu kehamilan yang tetap dikira untuk tanggung jawab ibu. Walau sebenarnya dukungan dari beberapa orang di sekitar ibu adalah penentu utama dari kesuksesan seseorang ibu melalui saat kehamilan serta persalinan.

Program kampanye yang mengusung tema #SayangIbu ini mengutamakan pentingnya pergantian pola pikir bahwasanya kehamilan adalah tanggung jawab semua anggota keluarga sampai orang-orang.

“Kampanye Perduli Kesehatan Ibu mempunyai tujuan untuk membuat beberapa orang di sekelililing ibu, seperti suami serta keluarga, untuk menemani ibu melakukan pemeriksaan kehamilan serta siap membawa ibu ke tenaga kesehatan sejak saat kehamilan, persalinan, serta nifas, dan mendukung ibu untuk ikut program KB,” tuturnya dalam konferensi pers peluncuran kampanye tersebut di Jakarta, Senin (28/4/2014).

Sebagian jenis aktivitas yang akan dikerjakan dalam kampanye ini berbentuk publikasi, komunikasi, advokasi, serta kemitraan dan kampanye di media sosial yang melibatkan seluruhnya pemangku kebutuhan yang berkenaan dengan kesehatan ibu.

Diluar itu, ada juga proyek percontohan yang dikerjakan di Jakarta Barat serta Jakarta Timur yang mempunyai tujuan untuk penambahan partisipasi aktif komune pada kesehatan wanita serta KB. Penambahan partisipasi aktif itu satu diantaranya lewat pendampingan ibu hamil oleh anggota koperasi YCAB.

Wakil Menteri Kesehatan Ali Ghufron Mukti menyampaikan, tetap dibutuhkan usaha keras untuk turunkan AKI di Indonesia, maka dibutuhkan usaha yang dikerjakan berkaitan manfaat mewujudkannya.

“Kematian ibu berlangsung pada wanita yang terlampau muda atau terlampau tua untuk hamil, jarak kehamilan yang terlampau berdekatan, dan kehamilan yang terus-terusan,” tuturnya.

Angka kematian Ibu (AKI) tetap tinggi di Indonesia yakni meraih 359 per 100.000 kelahiran hidup, sekian menurut Survei Demografi Kesehatan Indonesia (SDKI) pada 2012. Angka Kematian Bayi (AKB) juga tetap tinggi yakni meraih 32 per 1.000 kelahiran hidup.

Data laporan dari daerah yang di terima Kemenkes tunjukkan, jumlah ibu yang wafat lantaran kehamilan serta persalinan tahun 2013 meraih 5.019 orang, serta jumlah bayi yang wafat menurut estimasi SDKI 2012 yakni meraih 160.681 anak.

Lebih Baik Jadikan Stres Untuk Sahabat Kita

Stres senantiasa ada di dalam setiap segi kehidupan. Tetapi stres semestinya tidak selalu menjadi musuh lantaran sesungguhnya stres bisa membantu mengeluarkan potensi terbaik dalam diri Anda. Bagaimana bisa?

Menurut psikologis Stephen Joseph, profesor di University of Nottingham, orang yang bisa mengelola stres serta memanfaatkannya dalam langkah yang membangun akan mengalami perkembangan pribadi yang mengagumkan. Stres positif ini bisa berikan dorongan untuk menyelesaikan pekerjaan sebelum deadline, melakukan repetisi lebih banyak di gym, serta juga kesigapan.

Joseph menuturkan, ada lima kondisi yang membuat stres dalam jumlah yang moderat bisa berefek positif untuk kehidupan Anda.

1. Stres di tempat kerja
Mau hidup bebas stres? Maka cek ambisi di dalam diri Anda. Menurut direktur utama The Stress Institute Kathleen Hall, orang yang tidak mempunyai rasa stres dengan cara umum yaitu orang yang tidak berambisi.

“Menjadi stres di tempat kerja berarti Anda produktif. Anda bekerja di bawah deadline serta terpacu untuk meraih posisi yang lebih tinggi serta mencapai kesempatan. Kuncinya, Anda butuh konsentrasi mencapai tujuan Anda,” sarannya.

2. Stres di rumah
Waktu stres, badan keluarkan hormon kortisol untuk mempercepat metabolisme, sekian menurut suatu studi dari Stanford University. Tanggapan stres yang panjang bisa menyebabkan masalah kesehatan, tetapi bila berlangsung sesekali malah bakal menambah kekuatan mengingat, memperkuat system imun, serta mengaktifkan sel otak.

3. Stres dalam kompetisi
Pertandingan kerapkali menyebabkan stres. Menurut Hall, bila Anda tidak pernah stres, maka Anda tidak akan pernah tahu potensi paling besar Anda. “Stres dalam pertandingan akan membuat Anda mengeluarkan potensi terbaik Anda untuk memenangkannya,” ujanya.

4. Stres di sekolah
Menurut suatu studi dalam Social Indicators Research, stres di sekolah akan berikan keuntungan, satu diantaranya menaikkan cerdas otak Anda. Siswa yang stres akademik cenderung untuk semakin berprestasi di kelas.

5. Stres di gym
Study di Journal of Strength and Conditioning Research membuka, stres positif dihubungkan dengan manfaat biologis spesifik yang membantu tubuh menjadi lebih kuat untuk lakukan latihan di beban. Saat tubuh terasa meraih batasnya, stres tubuh akan meningkatkan adrenalin yang membantu rasa tidak nyaman itu.

Pelaku Sodomi Sangat Diperlukan Terapi Seks di Tahanan

Untuk mencegah terulangnya perilaku pencabulan pada anak-anak, pelaku sodomi butuh diberikan terapi sepanjang di dalam tahanan. Terapi yang dikerjakan seksolog itu mempunyai tujuan untuk merubah tujuan seksualnya atau sekurang-kurangnya menghimpit hasratnya untuk berbuat kekerasan seksual pada anak.

“Bila hanya dihukum sesuai sama dengan Pasal KUHP saat ini, pelaku cuma dihukum maksimal lima tahun. Tidak akan memberikan dampak jera. Yang ada, sesudah bebas, pelaku berpotensi besar lakukan kekerasan seksual lagi,” kata pengajar serta konselor seks dari University of Minnesota, Naek L Tobing, waktu dihubungi Kompas Health, Kamis (17/4/2014).

Pasal KUHP yang mengatur tentang pencabulan ada dalam Pasal 289-296. Disana ditata tentang istilah perbuatan cabul, terhitung pencabulan pada anak, dan hukuman untuk pelakunya.

Naek menyampaikan, waktu dalam saat hukuman, pelaku yang mempunyai kelainan tidak akan memperoleh kepuasan seks hingga, waktu usai saat hukuman, pelaku kemungkinan akan mencari kembali lagi korban anak-anak.

Paedofilia adalah kelainan seksual yang dicirikan dari mempunyai hasrat seks pada anak-anak. Penyalurannya dapat lewat pemerkosaan pada anak wanita serta sodomi pada anak lelaki. Paedofilia dapat juga bermakna kombinasi dari keduanya.

Menurut Naek, bila ada intervensi seksolog dalam saat hukuman, pelaku dapat dilatih untuk merubah cara pandangnya masalah seks serta mulai bisa menikmati terkait seks dengan lawan jenis dewasa. Pelatihan itu dikerjakan perlahan-lahan melalui bantuan profesional.

“Walau ada juga paedofil yang telah tidak bisa dirubah, namun sekurang-kurangnya, keinginannya untuk lakukan kekerasan seksual pada anak bisa ditekan serta dikendalikan. Untuk memuaskan hasrat seks, mereka dapat lakukan masturbasi,” tutur dokter spesialis kejiwaan ini.

Nanti, seksolog akan memastikan apakah seseorang paedofil telah dapat terlepas saat hukuman atau belum. Parameternya adalah dari potensi pelaku untuk bertindak kekerasan seksual si pelaku itu sendiri.

“Bila potensinya telah benar-benar kecil, serta pelaku dapat menyalurkan seks dengan cara yang normal, maka dia baru bisa mengakhiri saat hukumannya,” katanya.

Apakah Korban Paedofilia Berpotensi Untuk Menjadi Pelaku Saat Dewasa?

Anak-anak korban paedofilia perlu diberikan terapi yang cukup dalam pemulihan pasca-trauma. Pasalnya, mereka berpotensi jadi pelaku dari kelainan seksual paedofilia (mempunyai tujuan seksual pada anak).

Menurut dokter spesialis kejiwaan Naek L Tobing, secara tidak sadar, anak-anak korban paedofilia, terutama yang melakukan sodomi, lakukan hubungan seks kali pertama dengan cara disodomi. Oleh karenanya, mereka juga mempunyai potensi untuk bertindak yang sama waktu dewasa.

“Terlebih bila mereka menerima perlakuan itu berkali-kali, potensinya mungkin saja lebih tinggi,” kata konselor seks dari University of Minnesota, Amerika Serikat, ini waktu dihubungi, Kamis (17/4/2014).

Terapi sesudah menerima kekerasan seksual, terang Tobing, butuh dikerjakan oleh seksolog serta tenaga medis lain yang terkait. Tetapi yang tidak kalah penting yaitu dukungan dari keluarga serta lingkungan di sekitarnya.

Tobing menuturkan, paedofilia adalah kelainan seksual yang dicirikan mempunyai hasrat seksual pada anak-anak. Penyalurannya dapat melalui pemerkosaan pada anak wanita, serta sodomi pada anak lelaki. Paedofilia dapat juga bermakna kombinasi dari keduanya.

Seorang paedofil biasanya tidak bisa sembuh. Tetapi Tobing mengutamakan, paedofilia juga mempunyai tingkatan, yang semakin rendah semakin mungkin disembuhkan.

Ia membagi tingkatan itu ke dalam persen, bila tingkat paedofilia seseorang tetap dibawah 50%, maka dengan terapi yang cukup, mereka akan dapat menikmati hubungan seksual dengan orang dewasa. Tetapi bila telah kian lebih 50%, kemungkinan untuk merubah tujuan seksual mereka menjadi semakin kecil.

“Ditambah lagi, orang dengan paedofilia itu tidak sering sekali yang ingin datang ke dokter untuk mengobati diri. Inilah yang membuat mereka semakin susah lagi untuk dijangkau serta disembuhkan,” tuturnya.

Menurut Tobing, orang dengan paedofilia memperoleh kesenangan yang mengagumkan saat dapat memperoleh anak-anak yang disodomi. Ini lantaran mendapatkan anak untuk memuaskan hasratnya lebih susah daripada mendapat pasangan orang dewasa. Karenanya, orang dengan paedofilia cenderung tidak ingin melakukan penyembuhan.

Terapi Sangatlah Penting Untuk Anak Korban Kekerasan Seksual

Semua wujud kekerasan berakibat buruk, baik fisik ataupun psikis. Juga, bila tidak selekasnya dikerjakan, perubahan serta perkembangan anak akan terganggu.

Kekerasan seksual yang dihadapi anak-anak tidak senantiasa menyebabkan efek segera. Hal semacam ini lantaran pemahaman seseorang anak pada peristiwa yang dialaminya berlainan. Pada anak usia remaja, mereka langsung mengerti peristiwa kekerasan seksual akan mengakibatkan kerusakan hidupnya hingga reaksi mereka akan segera terlihat.

Menurut psikiatri anak dr.Tjhin Wiguna Sp.A, walau tidak langsung terlihat efeknya, namun anak memerlukan pendampingan serta harus selalu diawasi kondisinya.

“Dokter atau psikiater akan lakukan assesment, adakah persoalan emosi atau tingkah laku pasca peristiwa itu. Bila belum ada, terus dipantau lantaran mereka memiliki resiko tinggi alami masalah tingkah laku,” tuturnya saat dihubungi (16/4/14).

Anak-anak adalah korban yang perlu memperoleh perhatian serta dukungan dari orang di sekitarnya supaya luka fisik dan trauma psikisnya dapat sembuh.

Terapi untuk anak sebagai korban, jelas Tjhin, berbagai macam. Untuk anak yang tetap kecil umumnya dikerjakan terapi bermain. “Umpamanya anak diajak menggambar untuk membantu anak mengekspresikan perasaannya,” tuturnya.

Diluar itu dapat pula dikerjakan terapi kognitif serta beragam terapi lain sesuai keadaan anak. “Maksud awalnya yaitu menjalin emosi dengan anak hingga anak terus dapat mengekspresikan perasaannya walau tidak senantiasa melalui kata-kata,” katanya.

Orangtua dapat mencari bantuan untuk terapi anak ke psikolog atau psikiater untuk memulihkan luka batin anak. Di RSCM Jakarta antara lain juga ada klinik pemulihan stres pasca trauma, poliklinik jiwa anak serta remaja, atau pusat krisis terpadu yang ada di RS Polri Jakarta serta juga RSCM.

Kekerasan Seksual Pada Anak Bisa Meninggalkan Trauma serta Masalah Perkembangan

Anak-anak adalah manusia yang tetap lugu serta polos hingga mereka rawan menjadi korban kekerasan serta kejahatan. Masalah kekerasan seksual yang dihadapi AK, bocah berumur 6 tahun di suatu sekolah internasional di Jakarta, hanya satu diantara dari banyak masalah yang tidak terungkap di masyarakat.

Menurut Hasil Survei Sosial Ekonomi Nasional Tahun 2006, sejumlah 3,07% wanita serta 3,02% anak di Indonesia sempat mengalami kekerasan. Adapun data Komisi Perlindungan Anak Indonesia tahun 2006 mengatakan, berlangsung 788 masalah kekerasan pada anak serta setiap bulannya 15 remaja putri menjadi korban pemerkosaan.

Tindak kekerasan seksual bukan sekedar menyebabkan trauma mendalam, namun juga masalah fisik serta kognitif anak.

Psikiater anak, dr Tjhin Wiguna, Sp A menuturkan, efek dari kekerasan seksual yang dihadapi tergantung pada umur anak. Pada anak berumur dibawah 3 tahun, mereka belum mengerti apa yang berlangsung pada dirinya.

“Bila timbul sakit, maka pemicunya lebih ke fisik. Dapat pula timbul pengalaman buruk bila ia selalu mengingat peristiwa itu,” tuturnya saat dihubungi KompasHealth.

Sesaat itu, pada anak umur sekolah, traumanya akan semakin besar lantaran ia dapat terus terbayang peristiwa itu. Pada remaja, biasanya mereka telah mengerti momen itu mengakibatkan kerusakan hidupnya hingga mereka rawan depresi serta putus harapan.

“Akibat paling nyata kekerasan seksual pada anak balita serta anak umur sekolah yaitu ada regresi atau perkembangannya menjadi mundur. Umpamanya, ia jadi terasa lingkungan yaitu ancaman baginya hingga anak jadi penakut,” tuturnya.

Anak akan alami masalah belajar serta susah berkonsentrasi. “Pemahaman setiap anak pada suatu peristiwa berlainan. Karenanya, pengaruhnya juga tidak sama,” tutur dokter yang aktif di Pusat Pemulihan Stres Pasca Trauma RSCM Jakarta ini.

Efek peristiwa kekerasan seksual juga tidak senantiasa segera tampak pada diri anak. Menurut Tjhin, cukup banyak yang pengaruhnya baru timbul bertahun-tahun lalu. “Saat ini anak terlihat baik-baik saja, namun waktu remaja pengalaman itu di-reaktivasi kembali atau diingatkan kembali oleh orang lain,” katanya.

Anak akan kehilangan rasa yakin pada orang lain, keyakinan diri rendah, dan tidak dapat bersosialisasi. Apabila tidak memperoleh penanganan cukup, hal semacam itu bisa menggerogoti kesehatan mental korban.

“Walau saat ini dampaknya belum ada, anak sebagai korban mesti selalu diawasi lantaran mereka benar-benar berisiko alami masalah tingkah laku,” tuturnya.

Jadi Seorang Ayah Pada Usia Muda Berisiko Depresi

Bukan hanya beberapa ibu yang baru mempunyai anak yang berisiko depresi, tetapi juga beberapa ayah. Resiko itu nyatanya semakin besar bila seseorang pria menjadi ayah pada umur pertengahan 20-an.

Menurut riset di negara maju, lima tahun pertama sesudah kelahiran bayi, depresi pada beberapa ayah naik hingga 68%. Sekian menurut hasil studi yang melibatkan kian lebih 10.000 pria berumur rata-rata 25 tahun.

Studi yang dimuat dalam jurnal Paediatrics ini pertama kali mengidentifikasi resiko depresi pada bapak muda.

“Bukan hanya beberapa ibu baru yang butuh melakukan deteksi depresi, beberapa ayah juga berisiko,” kata Profesor Craig Garfield, dokter anak dari Northwestern University di Chicago, AS.

Depresi pada orangtua mempunyai dampak buruk pada anak, terlebih pada setahun pertama usia bayi. “Dibutuhkan pertolongan supaya para ayah muda untuk melalui pergantian peran barunya itu,” tuturnya.

Studi pada mulanya mengatakan, ayah yang depresi cenderung memakai hukuman fisik serta kurang hubungan dengan anak mereka. Diluar itu, mereka juga lebih stres serta kurang peduli pada tumbuh kembang anaknya.

Bila dibanding dengan anak yang mempunyai ayah tidak depresi, anak-anak ini cenderung mempunyai kemampuan berbahaya yang buruk. Demikian juga dengan kemampuan membaca serta masalah tingkah laku.

“Hasil studi ini yaitu suatu peringatan untuk beberapa pria muda yang baru menjadi ayah,” kata Garfield.

Tanda-tanda depresi diantaranya terasa kuatir, mood kerap terganggu, tidak dapat menikmati beberapa hal yang pada mulanya menjadi minatnya, serta kurang semangat. Tanda-tanda depresi ini mungkin nampak sampai 5 tahun sesudah kelahiran anak.

Diprediksikan 4-5% ayah muda menanggung derita depresi pasca-kelahiran anaknya. Sesaat itu, pada wanita, angkanya meraih 10%.

Depresi dapat muncul lantaran pertambahan beban finansial keluarga, pergantian jalinan dengan istri, serta juga rasa takut terima tanggung jawab baru.

Sampai Usia Berapakah Kita Dapat Mengingat Saat Kecil Kita?

Kemampuan menggali memori nyatanya berikan manfaat utama untuk kualitas kehidupan seseorang anak nantinya. Karenanya, anak butuh dilatih selalu untuk mengingat pengalaman hidupnya.

Orangtua dapat menolong mengingat si kecil apapun yang sempat mereka alami dari ia lahir ke dunia hingga usianya saat ini. Tetapi yang terutama yaitu bagaimana anak-anak dapat menginterpretasikan memorinya serta belajar dari pengalamannya di saat lalu.

Namun, kapan sesungguhnya anak dapat menaruh pengalaman masa lalunya, lalu menggali kembali memorinya?

Riset yang mengamati masalah misteri “amnesia pada anak” temukan fakta, umumnya orang hanya dapat mengingat saat kecilnya dari batas umur 6-8 tahun saja. Lebih muda dari itu, seorang akan susah mengingat apa sempat dialaminya.

Sebagian kecil orang dewasa ada yang dapat mengingat apa yang sempat dialaminya dari umur 3, 5 tahun, atau lebih muda dari itu. Juga ada juga sebagian orang yang dengan cara mengagumkan dapat mengingat saat kecilnya dari ia berumur 18 bulan.

“Kendati demikian, beberapa besar manusia hanya dapat mengingat saat kecilnya hanya dari umur 8 tahun atau lebih muda satu tahun lebih dari itu,” tutur Patricia Bauer, psikolog serta peneliti senior dari Emory University.

Tetapi dua tahun lalu sudah ditemukan teknik riset baru untuk memelajari bagaimana caranya menelusuri memori anak-anak dalam satu tahun lebih. Tampak bahwasanya kebiasaan khusus yang dikerjakan di saat lalu dapat membantu anak umur rata-rata 9 tahun untuk lebih “melihat” memorinya dengan sangat jelas.

Beberapa memori dipercaya dapat bangun kesadaran untuk meneruskan kehidupan, serta meningkatkan identitas diri, sebut suatu riset yang dikerjakan pada 2011. Seorang dapat memanggil kembali memorinya saat ia merasa ingin menjadi dirinya waktu berada di masa sebelumnya, atau saat mau mengerti bagaimana dirinya dapat beralih dari masa sebelumnya.

Nyatanya Janganlah Diskusi dengan Pasangan Waktu Lapar

Perbedaan pendapat serta juga setiap ketentuan yang menyangkut jalinan Anda serta pasangan memanglah perlu dibicarakan serta didiskusikan. Namun, supaya komunikasi itu mulus janganlah kerjakan diskusi waktu Anda berdua dalam keadaan lapar.

Waktu kita tengah terasa lapar, kita cenderung mudah marah. Hal semacam ini nyatanya terkait dengan kandungan gula darah yang rendah. Kandungan gula darah yang rendah akan mengakibatkan seorang menjadi lebih agresif hingga pertikaian lebih mudah berlangsung.

“Bila Anda serta pasangan mau mengulas tema yang sensitif, yakinkan Anda berdua tidak dalam keadaan lapar. Orang yang lapar umumnya mudah marah,” kata ketua peneliti Brad Bushman, profesor komunikasi serta psikologi dari The Ohio State University.

Ia lakukan riset tentang kandungan glukosa serta komunikasi dengan melibatkan 107 pasangan suami istri. Dalam studi ini, beberapa partisipan diukur kandungan gula darahnya tiap-tiap malam sepanjang 21 hari.

Beberapa pasangan itu juga disuruh isi kuesioner perihal kepuasan mereka pada perkawinan. Mereka juga diberikan boneka kain serta paku. Diakhir hari setiap orang bisa menancapkan paku pada boneka itu saat mereka terasa marah pada pasangannya.

Akhirnya, orang yang mempunyai kandungan gula darah rendah nyatanya paling banyak menancapkan paku pada boneka dibanding orang yang kandungan glukosanya tinggi. Tetap terdapat banyak percobaan lain yang intinya yaitu untuk mengukur kandungan agresivitas pasangan suami istri itu.

Riset pada mulanya juga temukan kaitan pada kandungan gula darah yang rendah dengan pengendalian diri. Pengendalian diri ditata oleh otak sisi depan yang bertanggungjawab mengatur emosi. Amarah adalah wujud emosi yang susah dikendalikan, terlebih waktu kandungan gula darah rendah.