Category Archives: Obat & Vitamin

Supaya Seks Lebih Memuaskan Janganlah Lupa Minum Obat Kolester

Performa seks pria sesungguhnya benar-benar berkenaan erat dengan keadaan kesehatannya. Oleh karenanya, bila Anda akhir-akhir ini “susah bangun”, tidak ada kelirunya untuk memeriksakan kandungan kolesterol serta awalilah konsumsi obat.

Penyakit kronik serta sistemik, seperti diabetes melitus atau kolesterol tinggi dapat mengakibatkan aliran darah ke sisi penis jadi terhalang. Mengakibatkan, penis juga sulit ereksi.

Keadaan itu dapat juga dipicu oleh pola hidup tidak sehat, seperti kegemukan tetapi malas olahraga, pola makan tidak sehat, merokok, serta mengonsumsi alkohol.

Bila Anda mempunyai kandungan kolesterol tinggi serta susah menurunkannya dengan pergantian pola hidup (olahraga serta diet), barangkali ini waktunya untuk mulai konsumsi obat penurun kolesterol. Obat ini mempunyai tujuan menurunkan level kolesterol jahat dalam darah.

Obat penurun kolesterol yang dikenal dengan statin diketahui dapat membantu pria memperoleh ereksi yang lebih kuat. Walau demikian, dampak obat statin pada ereksi pria tetap lebih kecil dibanding obat antiereksi seperti Viagra.

Studi meta-analisis yang dikerjakan dalam kajian pada 14 hasil riset tunjukkan kaitan pada statin serta impotensi. Obat statin diketahui menurunkan sekitar 25% masalah ereksi pria.

“Pria yang konsumsi obat ini akan merasakan adanya penambahan kekuatan ereksi, namun tidak terlampau besar,” kata dr Stephen Freedland, pakar urologi dari Duke University School of Medicine.

Statin dapat menambah kekerasan ereksi pria lewat cara mencegah rusaknya pada susunan sel di pembuluh darah. Kerusakan ini berpengaruh pada masalah ereksi.

Benarkah Minum Vitamin Bisa Mencegah Flu?

Sebagian besar orang mengira, vitamin C serta D bisa mencegah flu. Apakah benar?

Dr Manny Alvarez, Senior Managing Editor Health News di FOX News Channel’s, menyampaikan, tidak. Tidak benar bila disebutkan vitamin C serta D bisa mencegah flu.

Tetapi, bila dikatakan, vitamin C dan D untuk vitamin esensial bisa memperlambat perubahan infeksi virus, benar adanya. Jadi, bukan mencegah, oleh karena itu tidak dapat disamakan dengan vaksinasi flu.

Vitamin C

Vitamin C pertama kali dikatakan sebagai obat flu pada tahun 70-an saat Dr Linus Pauling, peraih Nobel serta ahli biokimia, menulis perihal bagaimana dosis yang tinggi pada vitamin ini berperan mengurangi frekuensi serta durasi flu.

Vitamin C atau asam askorbat adalah antioksidan utama yang bisa membantu menjaga otot, tulang, serta pembuluh darah. Dalam dosis yang tinggi, vitamin C dapat juga menurunkan kemampuan virus berkembang biak dengan cara efisien pada tingkat sel.

Vitamin C ditemukan secara alami di sebagian sayuran serta buah-buahan, terlebih jeruk. Anda dapat juga mendapatkannya melalui suplemen.

Jumlah yang disarankan per hari yaitu 90 mg untuk pria serta 75 mg untuk wanita. Jadi, janganlah mengkonsumsinya terlalu berlebih lantaran dapat mengakibatkan overdosis, seperti batu ginjal, mual, serta diare.

Vitamin D

Sepanjang bertahun-tahun ini, banyak riset yang menghubungkan kekurangan vitamin D dengan beragam persoalan kesehatan. Sebut saja penyakit jantung, depresi, rakhitis, gangguan kognitif, serta kanker.

Vitamin D juga bertindak utama dalam manfaat kekebalan tubuh. Tetapi dalam uji klinis diperlihatkan, nutrisi ini tidak bisa memerangi pilek serta flu. Vitamin D kerap dikatakan sebagai vitamin sinar matahari lantaran diproduksi oleh tubuh untuk respons pada cahaya matahari.

Nutrisi ini dapat banyak ditemukan di sebagian makanan, seperti ikan, telur, serta produk susu. Serta sama seperti vitamin yang lain, Anda dapat memperolehnya dalam wujud suplemen.

Menurut info di atas, tidak heran bila tingkat vitamin C dan D dalam tubuh Anda rendah maka sistem kekebalan tubuh Anda juga akan menjadi benar-benar lemah. Hal semacam itu dapat membuat Anda rawan pada infeksi virus.

Untuk menambah serta terus membuatnya seimbang, Anda harus benar-benar waspada dalam memastikan dosis yang tepat untuk badan Anda. Diluar itu, mencegah flu dengan melakukan vaksinasi.

Apakah Minum Obat Dalam Jangka Panjang Mengakibatkan kerusakan Ginjal?

Kepatuhan minum obat pada pasien penyakit kronis akan punya pengaruh pada hasil penyembuhan yang maksimal serta perburukan penyakit yang dapat dicegah. Tetapi, kepatuhan pasien untuk minum obat dalam jangka panjang tetap rendah. Satu diantara alasannya ketakutkan obat akan mengakibatkan kerusakan ginjal.

Mitos itu ditepis oleh Dr.Ikhsan Mokoagow, Sp.PD. Menurut dia, pasien penyakit kritis seperti hipertensi, diabetes melitus, atau penyakit jantung, justru akan mengalami perburukan penyakit lebih cepat bila tidak meminum obat.

“Pada keadaan tekanan darah tinggi, pembuluh darahnya akan cepat rusak. Nah, di ginjal itu banyak sekali pembuluh darah kecil. Bila ginjalnya dibuka, itu banyak sekali pembuluh darahnya yang rusak disebabkan hipertensi. Maka dari itu bila tekanan darah tidak dikontrol, yang paling duluan rusak yaitu ginjalnya,” tuturnya di sela acara temu media yang diselenggarakan oleh Pfizer di Jakarta (15/4/14).

Masyarakat tidak perlu terlampau cemas dengan dampak penyembuhan pada ginjal. “Hanya dengan minum obat yang kecil dosisnya itu, Anda akan terlepas dari kerusakan ginjal yang lebih cepat,” tutur dokter dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam RS Cipto Mangunkusumo Jakarta ini.

Ia menambahkan, setiap obat yang beredar telah diteliti puluhan tahun serta terus diamati efek sampingnya walau telah beredar. “Jadi obat yang beredar di pasaran yaitu obat yang dianggap aman. Dokter juga tidak akan memberi obat dengan dosis tinggi, pasti dalam range yang wajar,” tuturnya.

Penyakit kronis yaitu penyakit dengan pemicu multifaktor serta mempunyai dampak rusaknya pada beragam organ. Umpamanya saja penyakit diabetes melitus serta hipertensi akan menambah resiko penyakit jantung. “Saya lebih takut bila pasien tidak minum obat, kerusakan organnya pasti lebih cepat,” tuturnya.

Ikhsan menyampaikan, memanglah ada obat-obat spesifik yang dapat membuat fungsi ginjal turun, umpamanya obat antinyeri. Oleh karena itu pasien janganlah mengobati diri sendiri, namun berkonsultasi ke dokter hingga dapat diberikan dosis yang tepat serta dipantau efek sampingnya.

Untuk penyembuhan penyakit kritis, selain minum obat dengan cara teratur, pasien juga disarankan untuk berkonsultasi dengan cara berkala ke dokter untuk mengevaluasi penyembuhan serta mengetahui apakah tujuan penyembuhan sudah tercapai. Pemeriksaan laboratorium teratur juga harus dikerjakan.

Obat herbal

Obat-obatan farmasi serta obat herbal kerapkali dibanding-bandingkan keamanannya. Walau sebenarnya, menurut Ikhsan, obat farmasi sesungguhnya lebih terarah dosisnya.

“Zaman dahulu, ratusan tahun lalu, semua obat dokter memanglah berasal dari daun-daunan atau herbal. Namun sesudah di teliti nyatanya dari 10 zat yang ada pada suatu herba cuma satu yang dibutuhkan. Karenanya lalu difurifikasi serta dibuat sintesisnya lantaran kita tidak ingin menghancurkan begitu banyak pohon,” tuturnya.

Pada obat herbal, kerapkali kita harus terus meminum 10 zat yang ada pada obat itu. “Pertanyaannya, apakah ke-10 zat itu kita perlukan?” tuturnya.

Ikhsan menyampaikan, dunia kedokteran tidak anti dengan obat herbal, namun yang telah terstandar serta diketahui dampaknya. “Bila untuk menyembuhkan hipertensi kurang dengan obat yang 5 ml, dokter akan naikkan jadi 10 ml. Lalu bila untuk obat herbal bagaimana mengukurnya, perlu gunakan berapa batang atau berapa pohon?” katanya.

Waktu ini dunia penyembuhan herbal telah makin maju hingga ada obat-obatan herbal terstandar serta fitofarmaka hingga dokter dapat memantau efek sampingnya. Sebagian apotek juga telah menyediakan obat-obatan itu. “Ada kondisi gangguan liver yang oleh dokter diobati dengan kurkuma atau temu lawak. Itu lantaran obat itu telah terstandar,” tuturnya.

Obat Herbal Lebih Aman dari Obat Kimia Apakah Benar?

Indonesia mempunyai beberapa ribu jenis jamu atau obat tradisional memiliki bahan herbal. Tetapi, baru puluhan jenis obat herbal yang terstandar serta 5 jenis obat fitofarmaka atau obat herbal yang dapat diresepkan dokter. Beberapa orang yakin obat herbal lebih aman dari pada obat kimia, tetapi bagaimana faktanya?

Menurut dokter ahli obat herbal Arijanto Jonosewojo, bila dibanding dengan obat kimia, obat herbal memanglah cenderung lebih aman. Pasalnya zat aktif pada obat herbal tidak sebesar pada obat kimia.

“Tetapi kembali lagi, keamanan obat herbal bergantung pada jenis obatnya serta siapa yang meminumnya. Sedikit susah memperbandingkan keamanannya dengan obat kimia lantaran obat kimia juga seperti itu,” katanya dalam konferensi pers Simposium SOHO Global Health Natural Wellness di Jakarta, Sabtu (5/4/2014).

Ia mencontohkan, sama sesuai obat herbal, obat kimia juga membutuhkan prasyarat karateristik peminumnya. Umpamanya, penyandang diabetes butuh meminum obat metformin. Tetapi penyandang diabetes yang menanggung derita masalah ginjal tidak bisa meminumnya.

Terutama pada penyandang diabetes dengan masalah ginjal yang diserta penyakit kardiovaskular. Ini lantaran metformin akan menaikkan beban ginjal bila diminum, serta beresiko untuk orang dengan masalah ginjal.

Sekian juga perihal dengan obat herbal. Walau memiliki kandungan beberapa bahan alami tetap harus tidak seluruhnya orang dapat meminumnya.

“Maka tiap-tiap dokter bakal meresepkan obat herbal juga perlu dilihat dulu riwayat penyakit pasien. Butuh ada individualisasi dalam peresepan obat,” tegas Kepala Poliklinik Komplementer Alternatif RSU dr Soetomo ini.

Menurut dia, bila obat herbal diklaim 100% aman, maka janganlah segera mempercayainya lantaran aspek keamanan, selain tergantung pada individu yang meminumnya, juga pada dosis yang didapatkan.

“Obat herbal itu terus mempunyai dosis. Jadi bila minumnya terlalu berlebih, pasti tidak akan aman,” tandasnya.

Berhati-hatilan Jika Ingin Mencampurkan Obat Herbal Dengan Obat Kimia

Obat herbal sudah berkembang menjadi bukan sekedar sebatas obat tradisional, namun juga obat yang diresepkan oleh dokter. Waktu ini juga tidak sedikit orang yang memakai obat herbal untuk penyembuhan komplementer.

Menurut data Penelitian Kesehatan Dasar Kementerian Kesehatan 2010. 59,12% masyarakat Indonesia konsumsi obat herbal. Orang-orang menilai obat herbal lebih aman daripada obat konvensional.

Tetapi, obat herbal bukan hanya bermakna 100% aman. Diluar itu, bila diminum bersamaan dengan obat lain, obat herbal bisa menyebabkan hubungan obat yang membahayakan. Karenanya peminum obat herbal juga butuh tahu beberapa jenis interaksi obat.

Dokter ahli obat herbal Arijanto Jonosewojo menyampaikan, kadang-kadang untuk menaikkan keefektivan dari obat konsumen minum obat konvensional serta komplementer sekalian. Walau sebenarnya tindakan itu malah kontraproduktif lantaran menyebabkan interaksi obat yang merugikan.

“Umpamanya, obat-obatan golongan statin untuk menurunkan kolesterol tidak bisa diminum bersamaan dengan obat herbal yang juga berperan sama,” katanya dalam konferensi pers Simposium SOHO Global Health Natural Wellness di Jakarta, Sabtu (5/4/2014) lalu.

Sebaliknya bila diminum kurun waktu yang tidak sama, lanjutnya, keduanya akan sama-sama menguntungkan. Oleh karenanya, sebaiknya obat-obatan kelompok statin diminum saat malam hari, serta obat herbal pada pagi hari.

Diluar itu, ada banyak hubungan obat yang lain. Dicontohkan oleh Arijanto, obat herbal dengan bahan baku ginseng untuk penambah stamina baiknya tidak diminum bersamaan dengan obat-obat penyakit jantung. Ini lantaran keduanya bisa menyebabkan aritmia atau ketidakteraturan ritme detak jantung.

Interaksi juga berlaku untuk herbal yang berupa jamu maupun racikan. Umpamanya bawang putih baiknya tidak dikonsumsi sampai dua minggu sebelum saat melakukan pencabutan gigi. Pasalnya bawang putih mempunyai dampak penyukaran pembekuan darah, hingga bisa menyebabkan pendarahan sesudah pencabutan gigi.

Ada juga jus belimbing yang baiknya tidak diminum bersamaan dengan konsumsi obat-obatan ginjal. Alasannya, hubungan keduanya dapat menyebabkan zat yang berbentuk toksik untuk badan.

Lantaran banyak hubungan obat, Arijanto menegaskan, dokter lakukan wawancara kisah penyakit terlebih dulu pada pasien sebelum saat meresepkan obat herbal. “Penting untuk meresepkan obat dengan cara perorangan, lantaran pemakaian obat herbal dapat tidak sama dampaknya pada tiap-tiap orang,” pungkas Kepala Poliklinik Komplementer Alternatif RSU dr Soetomo ini.

Rutinitas Meminum Obat Tidur Bisa Beresiko Mematikan

Studi baru yang dikerjakan University of Warwick memberikan, sebagian obat anxiolytic atau obat tidur bisa menggandakan resiko kematian.

Meskipun penemuan ini didasari oleh pemakaian teratur, peneliti terus lihat hal semacam ini untuk hal yang perlu diwaspadai. Profesor Scott Weich yang memahami psikiatri di University of Warwick, menuturkan bila orang-orang mesti waspada dalam memakai obat tidur.

“Penemuan ini menunjukkan bila obat tidur berikan dampak samping yang benar-benar membahayakan, kita mesti lakukan suatu hal untuk meminimalisir ketergantungan, pada obat tidur itu,” tutur Weich.

Disebabkan potensi obat tidur yang adiktif, Profesor Scott Weich mulai mencari alternatif untuk menolong orang-orang yang sulit tertidur. “Kita dapat berikan pilihan lain, seperti terapi tingkah laku kognitif, supaya mereka dapat menangani kekhawatiran serta persoalan sulit tidur.”

Sejumlah 34,727 orang, sudah diteliti sepanjang tujuh setengah tahun, dari saat dia terima resep dokter untuk konsumsi anxiolytic serta obat tidur.

Studi ini mengkalkulasi, aspek-faktor seperti usia, ketergantungan rokok serta alkohol, juga resep dokter serta status sosioekonomi bisa mengakibatkan ketergantungan pada obat tidur.

Aspek itu juga mengakibatkan orang-orang berisiko terkena masalah tidur, masalah kekhawatiran, serta penyakit masalah mental yang lain.

Benzodiazepines yaitu obat tidur yang paling umum didapatkan dari dokter, terhitung diazepam serta temazepam. Banyak pasien yang terima obat itu lebih dari satu jenis, serta 5% tetap memperoleh ketiga obat itu memakai resep.

Pil KB Untuk Pria Adalah Pilihan Kontrasepsi Terbaru

Mencegah kehamilan dengan memakai alat kontrasepsi sejatinya tidak cuma pekerjaan serta keharusan kaum hawa saja. Pasalnya saat pria ingin serta bisa menggunakan kontrasepsi, kemungkinan kehamilan tidak terencana bisa ditekan.

Sayangnya, jenis kontrasepsi yang ditujukan untuk pria tak sejumlah yang ada untuk wanita. Sampai kini kontrasepsi yang ada untuk pria diantaranya kondom serta vesektomi. Bekasnya, Kaum Adam hanya bisa memercayakan kontrasepsi paling konservatif yakni menarik penisnya sebelum saat berlangsung ejakulasi waktu terkait sex.

Beruntunglah saat ini kita makin dekat dengan pilihan kontrasepsi baru untuk pria yakni pil KB khusus pria. Beberapa peneliti menyampaikan, pil KB pria bisa jadi pilihan darurat yang cukup menjanjikan. Pil KB untuk pria bekerja lewat cara berikan dosis hormon tiruan ke aliran darah pria. Hormon ini bertindak untuk menghalangi produksi sperma.

Sama perihal dengan pil KB wanita, karakter pil KB pria juga cuma sesaat. Serta sama perihal seperti pil hormonal yang lain, satu diantara penulis studi sekalian anggota departemen kesehatan di Imperial College di London Deborah A.Garside menyampaikan, pil KB pria mempunyai dampak samping seperti bisa menyebabkan jerawat, menambahkan berat tubuh, juga pergantian kandungan testosteron bisa menyebabkan penurunan gairah seksual.

Garside menyampaikan, teknik non-hormonal juga tengah dikembangkan, terutama vaksin yang mengimunisasai antibodi pria yang menghentikan produksi sperma. Tehnik ini lebih efisien dari pada pil lantaran segera membidik pada hormon yang terkait dengan produksi sperma. Tehnik ini dapat tak turunkan kandungan testosteron hingga libido dapat terjaga. Teknik itu juga berbentuk sesaat lantaran cuma berefek dalam periode saat spesifik.

Di Indonesia, pil KB khusus pria diberitakan telah siap diproduksi oleh PT Indofarma Tbk. Pil KB di Indonesia diciptakan dan dikembangkan oleh peneliti asal Fakultas Farmasi Universitas Airlangga (Unair) Surabaya bekerja sama juga dengan Badan Kependudukan serta Keluarga Merencanakan Nasional (BKKBN).

Pil KB pria itu terbuat dari ekstrak daun tanaman Gendarussa yang mempunyai kekuatan untuk melemahkan sperma membuahi sel telur di samping menaikan vitalitas pria itu sendiri. Pihak peneliti menyampaikan, pil KB pria telah melalui uji klinis serta siap diproduksi massal di tahun 2014.

Suplemen Tidak Bisa Menukar Makanan Cukupi Nutrisi Harian

Suplemen kerapkali dijadikan “jalan pintas” untuk beberapa orang untuk penuhi keperluan nutrisi badannya. Walau sebenarnya, suplemen tidak semestinya jadikan andalan, lantaran sejatinya konsumsi itu hanya penambahan.

“Mesti diingat, suplemen hanya penambahan. Sumber nutrisi yang utama yaitu dari makanan,” tegas dokter spesialis gizi klinik Nanny Djaja, Sabtu (1/2/2014).

Menurut Nanny, suplemen tak bisa menukar makanan untuk memenuhi nutrisi harian lantaran sifatnya cuma untuk penambahan. Maka konsumsi suplemen juga baiknya tak dikerjakan selama saat, namun di saat-saat spesial badan betul-betul membutuhkannya.

Suplemen diperlukan badan, umpamanya waktu keadaan badan tengah pemulihan dari sakit, tidak nafsu makan, kelelahan, kurang istirahat, hamil, atau menyusui. Selebihnya, nutrisi yang diperlukan mesti dicukupi lewat konsumsi makanan.

Nanny menuturkan, nutrisi yang diperlukan badan yakni makanan yang memiliki kandungan zat gizi karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, serta air. Sumber zat gizi juga butuh dicari yang paling sehat. Untuk misal, karbohidrat baiknya didapat dari nasi merah yang selain memiliki kandungan karbohidrat kompleks juga vitamin dan mineral.

Sumber protein juga butuh diambil yang rendah atau tiada lemak, umpamanya daging ayam yang telah dibuang kulitnya. Sesaat sumber lemak diambil yang memiliki kandungan banyak lemak tidak jenuh seperti avokad, ikan berlemak, serta kacang-kacangan.

Jikalau mesti mengonsumsi suplemen, Nanny merekomendasikan untuk menentukan suplemen yang sesuai sama dengan keperluan. Misalnya, ibu hamil biasanya memerlukan suplemen zat besi untuk hindari anemia, asam folat untuk kesehatan mental janin, serta kalsium untuk melindungi kesehatan tulang ibu yang “diambil” kalsiumnya oleh janin.

Konsumsi suplemen yang lain, butuh sesuai. Bila telah bisa dicukupi dengan makanan, tak perlu ditambahkan lagi lantaran akan menjadi aksi yang terlalu berlebih. “Maka baiknya sebelum saat konsumsi suplemen, tanyakan dahulu pada ahlinya, baik type serta dosisnya,” anjuran Nanny.

Dampak periode panjang
Menurut Nanny, sepanjang diminum sesuai sama ketentuan, suplemen sesungguhnya tak lagi berikan dampak samping yang serius. Tetapi dia terus merekomendasikan selalu untuk berkonsultasi apabila bakal memakai suplemen dalam periode panjang.

“Lantaran tiap-tiap keperluan nutrisi orang berlainan, maka konsumsi suplemen juga butuh sesuai dengan keperluan masing-masing individu,” tuturnya.

Maka bila pada seorang konsumsi suplemen tak lagi berikan dampak samping apa pun, belum pasti pada orang yang lain juga demikian. Dampak samping juga bergantung pada jenis serta dosis suplemen yang dipakai.

Sangat Sulitnya Memperoleh Obat Yang Tidak Ditanggung JKN

Program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) sejatinya mempunyai tujuan menambah standar kesehatan masyarakat Indonesia. Dalam mekanismenya, JKN sediakan susunan atau daftar obat dalam formularium nasional (fornas), yang diterjemahkan jadi e-catalogue. Seluruhnya obat yang dipakai dalam JKN bersumber dari fornas.

Tetapi apa yang terjadi bila obat yang dibutuhkan tidak masuk dalam fornas? Walau sebenarnya pasien pasti sangat memerlukan obat-obatan yang lengkap. Persoalan ini juga yang dihadapi seseorang pasien pascaoperasi batu empedu di Rumah Sakit Ciptomangunkusumo (RSCM) Jakarta.

Zulfarman, mengakui kesusahan beroleh obat-obatan waktu memakai sarana JKN. Ia membutuhkan dua jenis obat resep untuk menangani rasa nyeri pada perutnya selesai melakukan operasi endoskopi.

Aksi endoskopi dikerjakan pada Selasa (4/2/2014) lalu, serta ia pernah alami keluhan nyeri pada Rabu (5/2/2014) tempo hari.

“Terasa benar-benar sakit. Saya butuh obat sesudah endoskopi. Namun kata dokter obat itu tak ada dalam INA-CBG’s, hingga dokter menampik menuliskan resepnya. Walau sebenarnya resep itu diperlukan agar saya dapat memperoleh obat diluar,” tutur pria yang sempat menjabat untuk direktur SDM PT. ASKES itu.

Sesudah sistem negosiasi, akhinya resep obat bernama petidine serta nexium itu diperoleh Zulfarman. Kedua obat seharga Rp.220 ribu itu diperolehnya di 2 lokasi tidak sama, yakni apotik RSCM tempatnya dirawat serta apotik di lokasi Senen, Jakarta Pusat untuk. Uang pembelian obat datang dari kantong pribadinya.

“Saya bersukur tetap dapat memperoleh obat walau mesti nego. Tetapi bagaimana dengan orang-orang umum yang juga tidak tahu JKN atau BPJS,” katanya.

Berkaca dari pengalaman ini, Zulfarman meminta pemerintah serta BPJS kembali mengevaluasi sistem JKN terhitung INA-CBG’s. Pemerintah serta BPJS juga diharap lakukan sosialisasi JKN pada beberapa penyedia service kesehatan terutama rumah sakit. Hingga, pemahaman penyedia layanan kesehatan dapat sama, serta tidak butuh takut untung rugi.

Menurut Zulfarman, sulitnya pemberian obat karena rumah sakit belum tahu JKN serta ketakutan munculnya kerugian. “Kuncinya ada pada sosialisasi, agar tenaga kesehatan tidak terlampau kaku melakukan ketentuan. Sosialisasi juga dibutuhkan untuk menyamakan permahaman, JKN yaitu asuransi sosial yang tidak bertujuan keuntungan,” terangnya.

Zulfarman juga meminta pemerintah serta BPJS meriview daftar obat untuk JKN. Hal semacam ini karena sebagian obat yang dapat dibuktikan tidak ada dalam fornas. Ketiadaan obat, yang ditambah kekakuan mekanisme, akan menaikkan derita pasien. Berkenaan pemicu kurangnya sosialisasi serta reviewdaftar obat, Zulfarman menilai, sempitnya saat jadi pemicu utama.

“ASKES itu telah disediakan sejak 1960-an waktu BPJS tetap bernama Tubuh Penyelenggara Dana Pemeliharaan Kesehatan (BPDPK), sedang JKN cuma disediakan kurun waktu 4 tahun. Barangkali baiknya pergantian jadi JKN dikerjakan bertahap serta tak cepat-cepat, dimulai perluasan peserta, pembagian kartu, serta disudahi pengenalan sistem pembiayaan,” katanya.

Beredarnya Obat Palsu Semakin Bertambah

Perdagangan obat palsu serta ilegal marak berlangsung di Indonesia. Obat-obat palsu bukan sekedar meliputi obat penambah vitalitas, namun juga obat malaria, diabetes, serta antibiotik.

”Data regional menunjukkan, obat-obatan penahan rasa sakit, antibiotik, malaria, serta diabetes paling kerap dipalsukan,” kata Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia Robert Blake dalam pidato pembukaan acara Edukasi Bahaya Obat Palsu serta Kosmetik Palsu Lewat Iklan Layanan Masyarakat, di Jakarta, Rabu (26/2/2014). Acara ini melibatkan Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) serta Masyarakat Indonesia Anti Pemalsuan.

Kepala BPOM Roy Sparringa menyampaikan, obat-obatan yang paling banyak dipalsukan di Indonesia yaitu obat disfungsi ereksi, pelangsing tubuh, penurun kolesterol, serta pemutih kulit. Diluar itu, obat yang semestinya dibeli menurut resep dokter juga dipalsukan serta dijual di warung-warung.

Ini dapat dibuktikan dalam Operasi Storm yang dikerjakan Satuan Tugas Pemberantasan Obat dan Makanan Ilegal BPOM di Jayapura, Kupang, Ambon, serta Jakarta. Dari keempat daerah endemik malaria itu, unit pekerjaan mengambil alih obat-obat malaria palsu serta ilegal bernilai keseluruhan Rp 5,7 miliar dari warung-warung eceran. Pada tahun 2013, BPOM sudah memusnahkan 19.041 style obat palsu serta ilegal.

Obat palsu yang mengikuti produk obat yang dikeluarkan produsen resmi umumnya tidak memiliki kandungan zat aktif yang dikandung obat asli serta terbuat dari beberapa bahan berkualitas di bawah standar. Obat ilegal yaitu obat yang tidak tercatat di Kementerian Kesehatan dan BPOM. Baik obat palsu ataupun ilegal beresiko untuk kesehatan lantaran tidak mengobati penyakit serta juga dapat mengakibatkan kematian.

Obat palsu mempunyai banyak konsumen lantaran bernilai murah. Obat-obatan palsu di produksi di dalam serta luar negeri. Langkah obat palsu masuk Indonesia yaitu lewat daerah perbatasan, pelabuhan ”tikus”, atau dititipkan lewat kerabat yang pergi ke luar negeri. ”Tantangan terberat ada di sektor daring (online). Walau berulang-kali digerebek, senantiasa nampak situs-situs baru penjual obat palsu,” kata Roy.

Orang-orang dapat meyakinkan keaslian obat dengan cara membeli di tempat-tempat resmi, seperti apotek serta rumah sakit. Diluar itu, konsumen juga mesti memeriksa tanggal kedaluwarsa, nomor izin BPOM, serta alamat produsen. Langkah meyakinkan keaslian nomor izin dapat dikerjakan dengan terhubung situs www.pom.co.id.