Berikut Bahayanya Memaksa Kelahiran Dengan Lakukan Induksi

Induksi persalinan adalah langkah untuk merangsang konstraksi rahim manfaat mempercepat saat kelahiran bayi. Cara itu umumnya digunakan untuk kehamilan yang telah melebihi 40 minggu.

Meski demikian, induksi juga kerap dipakai untuk mereka yang menginginkan bayi lahir di tanggal spesifik dengan cara melahirkan normal. Tetapi menggunakan cara induksi persalinan ini tidak sederhana lantaran risikonya tidak kecil.

Dokter spesialis kebidanan dari Siloam Hospital Semanggi Ardiansjah Dara Sjahruddin menuturkan, resiko dari induksi persalinan satu diantaranya yaitu kontraksi rahim yang terlampau kuat. Keadaan itu menambah resiko tidak berhasilnya janin dalam berkompensasi hingga menyebabkan fatal. Diluar itu ada resiko rahim sobek.

“Resiko induksi persalinan cukup besar, maka mengerjakannya juga tidak bisa sembarangan. Butuh dipantau dengan cara intensif oleh dokter,” tegas Ardi dalam seminar media SOHO #BetterU yang bertopik “Peran Oksitoksin pada Induksi Persalinan” di Jakarta, Rabu (16/4/2014).

Ardi menyampaikan, beberapa orangtua menginginkan kelahiran anaknya di tanggal spesifik tanpa adanya alasan darurat. Hingga mereka juga tidak sangsi untuk melakukan induksi persalinan tiada mengetahui resikonya.

Walau sebenarnya, induksi persalinan diutamakan apabila resiko meneruskan kehamilan semakin besar daripada mengakhirinya. Kondisi-kondisi yang menyebabkannya, diantaranya kehamilan melalui bulan, perubahan janin terhalang, kelainan kongenital pada janin, serta ketuban pecah dini.

Untuk menghimpit resiko induksi persalinan, yang perlu dikerjakan yaitu senantiasa memeriksa kontraksi rahim ibu dan memeriksa denyut jantung bayi setiap saat memberikan oksitoksin. Induksi juga butuh dikerjakan oleh dokter spesialis kandungan, bukan hanya bidan terlebih tenaga non-medis.

Dalam peluang yang sama, Kasubdit Ibu Bersalin serta Nifas Kementerian Kesehatan Riskiyana Sukandhi Putra menegaskan, persalinan dengan induksi, bayi sungsang, serta resiko komplikasi yang lain perlu memperoleh pertolongan dari dokter spesialis kandungan.

“Sementara bidan hanya bisa mengatasi persalinan yang normal,” katanya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *