Apakah Benar Roti Sebabkan Perut Mudah Kembung?

Beberapa orang berasumsi roti untuk musuh lantaran dinilai mengakibatkan kembung. Faktanya, 20% orang Inggris hindari roti untuk hindari kembung. Tetapi beberapa ahli memperingatkan, dengan lakukan itu ada juga konsekuensi yang perlu dibayar.

Beberapa ahli juga setuju bahwasanya bukan hanya roti sebagai pemicu utama dari kembung, tetapi pasta. Roti juga tidak membuat gemuk, bergantung berbahan pangan lain yang mendampinginya waktu dimakan.

Menurut peneliti, menentukan tidak untuk makan roti atau dikenal dengan diet bebas gluten, justru menambah resiko kekurangan nutrisi utama, seperti serat, zat besi, serta kalsium. Ini lantaran roti adalah satu diantara sumber paling baik dari nutrisi-nutrisi itu.

Faktanya, beberapa produk bebas gluten malah memiliki kandungan beberapa bahan adiktif yang lebih tinggi, seperti lemak jemu serta gula. Ayela Spiro, dari British Nutrition Foundation menyampaikan, suatu studi dari University of Bristol tunjukkan roti menghasilkan gas yang pemicu kembung yang lebih sedikit dibanding pasta.

Mengamini pernyataan itu, Sue Baic dari British Dietetic Association memberikan, roti juga sering disalahartikan untuk pemicu kegemukan. “Roti tidak mengakibatkan kegemukan, isi di dalamnya lah yang mungkin,” tegasnya.

Dua potong ukuran rata-rata roti memiliki kandungan 190 kalori dengan 2 gram lemak. Tetapi memoleskan margarin atau mentega di atasnya melipatgandakan kalorinya jadi 334 kali serta 16 gram lemak. Ditambah lagi, menambahkan mayones akan menambah kalorinya jadi 600 dengan 34 gram lemak.

Lalu, mengapa beberapa orang terus alami kembung sesudah makan roti? Ahli gastroenterologi, fisioterapis, serta penasehat kesehatan Nick Read menyampaikan, kembung adalah keadaan lambung jadi lebih peka untuk rasakan gas perut. Hingga bukan hanya bermakna produksi gas perut meningkat.

“Aspek resiko yang barangkali untuk kembung diantaranya obesitas, kuatir atau depresi, tidak aktif bergerak, konstipasi, atau pramenstruasi, serta sindrom iritasi usus, terlampau banyak makan karbohidrat fermentasi,” jelasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *