Apakah Benar Masker Basah Lebih Efisien Tangkal Polusi?

Untuk meminimalisasi masuknya debu ke saluran pernapasan, memakai masker yaitu pilihan bijak. Beberapa orang yakin masker butuh dibasahi supaya lebih efisien untuk mencegah debu serta polusi. Apakah benar demikian?

Menurut dokter spesialis paru Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia (FKUI) Agus Dwi Susanto, membasahi masker belum dipastikan dapat menambah efektivitasnya dalam mencegah debu maupun polusi. Pasalnya, belum ada riset ilmiah yang membuktikannya.

“Kerap ada yang bertanya efektivitas masker basah. Maka hingga saat ini saya tetap mencari penelitiannya, namun memanglah belum ada,” kata Agus dalam konferensi pers Combi Hope bertopik “Edukasi Gaya Hidup Sehat Bagi Generasi Muda” di Jakarta, Senin (7/4/2014).

Sebaliknya, Agus malah menyinggung masalah resiko yang dihadapi dengan menggunakan masker maupun penutup hidung serta mulut lain, umpamanya sapu tangan dalam situasi basah. Menurut dia, masker dalam keadaan basah lebih barangkali untuk jadi sarana tumbuh bakteri serta mikro-organisme lain.

“Bila dibasahi, kemungkinan masker jadi lembab semakin besar. Walau sebenarnya keadaan lembab, tidak basah atau tidak kering itu benar-benar disukai bakteri untuk tumbuh,” jelas dokter yang berpraktik di RS Persahabatan ini.

Waktu digunakan mikro-organisme dari masker juga lebih mudah masuk ke saluran napas. Karenanya, resiko infeksi saluran paru dari penggunaan masker basah juga kemungkinan akan meningkat.

Mikro-organisme diketahui dapat mengakibatkan infeksi saluran napas. Bila saluran napas atas yang terinfeksi maka akan berlangsung penyakit infeksi saluran napas atas (ISPA), apabila infeksi berlangsung pada saluran napas bawah, maka kemungkinan akan terjadi bronkitis, juga tuberkulosis.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *