Apakah benar Banyak Duduk Dapat Mencegah Lapar?

Jika untuk menghindari lapar Anda jadi malas bergerak serta menentukan untuk duduk saja, barangkali Anda justru memperoleh dampak yang berlawanan. Pasalnya, suatu studi tunjukkan, terlampau banyak duduk tidak dapat dibuktikan membuat Anda kenyang lebih lama.

Tim peneliti yang diketuai oleh Barry Braun, direktur Energy Metabolism Laboratory di University of Massachusetts lakukan penelitian pada orang yang banyak duduk banyak di serta berdiri banyak di hari yang lain. Mereka lalu mengukur nafsu makan dari peserta.

“Duduk tidak terbukti menekan nafsu makan lantaran daya yang dikeluarkan lebih sedikit dari pada bergerak aktif,” kata Braun.

Dengan kata lain, terlampau banyak duduk akan menyebabkan orang makan semakin banyak daripada yang semestinya mereka makan. Keadaan itu akan menyebabkan menambahkan berat badan.

Ia menyampaikan, dalam sebagian masalah orang yang terlampau banyak duduk cenderung untuk alami obesitas. “Tetapi belum jelas apakah orang obesitas lantaran terlampau banyak duduk, atau orang duduk terlampau banyak lantaran obesitas?”

Beberapa peneliti juga menyimpulkan, terlampau banyak duduk bisa menyebabkan obesitas. Alasannya, saat nafsu makan terus pada orang yang terlampau banyak duduk serta melakukan aktivitas, maka porsi makan pada keduanya juga relatif sama. Walau sebenarnya daya yang dikeluarkan keduanya tidak sama, hingga orang yang banyak duduk cenderung untuk makan terlampau banyak daripada porsi yang semestinya mereka makan.

Diluar itu, terlampau banyak duduk juga diketahui berisiko untuk kesehatan. Banyak riset tunjukkan, terlampau banyak duduk bisa menyebabkan beragam penyakit, terhitung penyakit jantung.

Sampai waktu ini, ilmuwan belum bisa menuturkan dengan cara pasti mengapa sekian. Mereka mengutamakan, jalinan itu tidak menunjukkan hubungan sebab-akibat. Walau demikian, ada satu kemungkinan yang pasti, duduk terlampau lama mengakibatkan otot membakar lebih sedikit lemak, dan darah mengalir lebih lambat. Keduanya bisa menambah resiko penyakit jantung, tekanan darah tinggi, serta persoalan kesehatan lain.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *