Apakah Batuk Membuat Berat Tubuh Anak Turun Menandakan TB?

Tanya :
Anak saya berumur tiga tahun lima bulan kerap batuk. Bila tidur Keringat dingin, bila bercanda langsung batuk dan muntah. Saya sempat membawanya ke dokter, kata dokter dia menanggung derita Tuberkulosis (TB). Namun saya tidak segera memberinya obat lantaran tidak ada riwayat keluarga sakit TB. Akhir-akhir ini batuknya semakin sering hingga dia agak sesak napas. Melihat dia batuk, saya terasa tidak tega. Akhirnya saya datang lagi ke dokter. Dokter merekomendasikan Rontgen, sesudah Rontgen hasilnya suspect TB. Yang mau saya tanyakan, apakah Rontgen itu benar bahwa anak saya menanggung derita penyakit TB dok? Bagaimana pencegahannya supaya tidak lebih parah? Berat badannya mulai turun lantaran ia sering batuk.
Marni, 28, Tangerang

Jawab :
Ibu Marni yang baik,
Tanda-tanda penyakit Tuberkulosis (TB) paru pada anak tidak spesifik, serta tidak “sejelas” tanda-tanda TB pada pasien dewasa. Batuk yang berjalan lama (dua minggu atau lebih) barangkali berlangsung pada anak yang menanggung derita alergi seperti asma, rinosinobronkitis, gastroesophageal reflux (GER).

Batuk pada TB anak tidak mempunyai karakteristik yang khusus, tetapi kerapkali batuknya bersifat terus-terusan berlangsung sepanjang hari, tidak ada waktu khusus seperti umpamanya batuk lebih sering saat malam atau awal hari, serta disertai oleh beberapa gejala lain seperti demam yang berjalan lama (dua minggu atau lebih), penurunan berat tubuh yang bermakna, nafsu makan yang alami penurunan, kontak erat dengan pasien dewasa TB paru, serta tes tuberkulin (Mantoux test) positif.

Sedangkan pemeriksaan rontgen paru cuma berperan untuk pemeriksaan penunjang yang bisa menolong penegakan diagnosis, tetapi tidak untuk penentu diagnosis. Evaluasi perjalanan penyakit, pemeriksaan fisik dan pemeriksaan penunjang yang tepat serta hati-hati akan menolong menegakkan diagnosis dengan cara tepat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *