Anak Belajar Beragam Etika Pendidikan Melalui Hubungan dengan Orangtua

Anak yang kebanjiran info akan lebih gampang terpapar hal negatif. Tiada pendampingan orangtua, keadaan ini menyebabkan anak akan kesusahan memilah info. Karena itu, peran orangtua untuk berhubungan dengan anak serta mendampinginya menjadi penting.

Menurut beberapa ahli, minimnya pendampingan orangtua beresiko pada rendahnya pengendalian diri anak. Aspek ini terkait dengan terjadinya masalah pembunuhan Ade Sara oleh rekan paling dekatnya yang tetap berumur remaja.

“Interaksi yang terbatas mengakibatkan anak cuma memperoleh sedikit pendampingan orangtua. Walau sebenarnya anak benar-benar butuh pendampingan di masa keringanan akses info ini,” kata psikolog dari Instansi Psikologi Terapan Kampus Indonesia (LPT UI), Indri Savitri.

Memisah hal positif serta negatif 
Menurut Indri, tiada pendampingan serta hubungan dengan orangtua, anak condong terima info negatif untuk suatu hal yang lumrah. Anak akan berasumsi wajar apabila ia mengaplikasikan hal negatif yang dipahaminya itu pada orang lain.

“Interaksi serta pendampingan yang minim menyebabkan anak tidak memperoleh pemahaman yang baik perihal etika serta beragam hal positif lain, terhitung pengendalian diri. Mengakibatkan waktu beranjak dewasa anak hanya berpikir sekitar dirinya, tanpa memikirkan efek tindakannya pada orang lain, ” kata Indri.

Berkaca dari masalah Ade Sara, Indri merekomendasikan orangtua sedapat mungkin mengikuti saat tumbuh kembang anak-anaknya. Pendampingan ini selalu berjalan sampai remaja waktu anak membutuhkan rekan diskusi. Orangtua serta anak yang kerap berdiskusi beresiko pada munculnya pemahaman dalam diri anak tentang nilai positif. Melalui komunikasi yang baik, anak akan menanamkan nilai positif itu yang beresiko pada pembentukan karakternya.

Belajar berkomunikasi yang baik 
Pendampingan orangtua, lanjut Indri, juga dibutuhkan anak dalam menjalin rekanan dengan lingkungan sekitarnya. Hal semacam ini terhitung langkah bicara, berkomunikasi, serta mengemukakan ketidaksukaan. Langkah mengekspresikan diri sangat penting agar anak tidak mengakibatkan orang lain tersinggung.

“Cara berkomunikasi ini benar-benar penting terlebih saat ini tidak butuh bertemu muka untuk bicara. Pemakaian kata mesti ditata sebaik-baiknya hingga anak dapat mengekspresikan serta membaca perasaan orang lain, terlebih dalam beragam media sosial. Anak juga mesti dapat mengatur diri dalam komunitas maya seperti itu,” kata Indri.

Merampungkan persoalan lebih objektif 
Hal-hal lain yang dapat didapat dari pendampingan yaitu kekuatan anak melihat persoalan dengan cara objektif saat dewasa. Dengan penanaman ciri-ciri serta etika yang kuat, anak akan berupaya menghadapi beragam persoalan dengan pikiran jernih saat dewasa. Anak akan punya kebiasaan konsentrasi mencari jalan keluar, temukan penyelesaian persoalan yang tidak semata mengumbar emosi.

Dengan mengetahui pentingnya pendampingan, Indri mengharapkan orangtua tak akan menyepelekan hubungan dengan anak. Bagaimanapun orangtua mesti menyediakan waktu untuk mengikuti anak terlebih dalam menyikapi beragam info yang beredar. Harapannya, tidak ada lagi masalah Ade Sara selanjutnya.

Pengendalian diri 
Masalah Ade Sara menunjukkan rendahnya kendalikan diri pada remaja disebabkan minimnya pendampingan serta hubungan orangtua.

“Kalau dipandang dari langkahnya lakukan pembunuhan, pelaku kemungkinan cuma mau membalas dendam. Tetapi, di dalam jalan, emosi mencapai puncak serta berlangsung hal yang diluar perkiraan. Kalau kendalikan diri lebih baik maka pembunuhan mungkin dapat dihindari,” kata psikolog forensik, Reza Indragiri.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *